Show simple item record

dc.contributor.authorMuslimah, Etika
dc.contributor.authorRusdjijati, Retno
dc.date.accessioned2018-05-28T01:19:37Z
dc.date.available2018-05-28T01:19:37Z
dc.date.issued2018-03
dc.identifier.citationAzzah Mualifah, 2016, Toksisitas Limbah Cair Pabrik Batik terhadap Kelangsungan Hidup, Struktur Histologik Ginjal, dan Daging Ikan Nila (Oreochromis Niloticus). Jurnal Biologi, Vol: 5, No: 4,, 2016. Bank Indonesia, 2012, Laporan Akhir: Kajian Kesiapan UMKM Ramah Lingkungan Dalam Mendapatkan Akses Pembiayaan, Henriques, J. and Catarino, J. 2014, Sustainable Value and Cleaner Production e research and application in 19 Portuguese SME, Journal of Cleaner Production. Elsevier Ltd, pp. 1–8. doi: 10.1016/j.jclepro.2014.02.030. Nur P, Mahardhika, Anggoro, Sutrisno, dan Haeruddin, 2016, Status Lingkungan Perairan Sungai Meduri yang Terkena Limbah Batik Berdasarkan Tropik Saprobik Sebagai Basis Pengelolaan Wilayah Pesisir Pekalongan. Prosiding Seminar Nasional Tahunan Ke V 2015, Hasil-hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP, pp. 618-627. ISBN 2339-0883. Saqo, M. L, Muslimah, E, 2017, Analisisi Produktivitas pada Industri Batik dengan menggunakan Konsep Green Productivity, studi kasus di Kampoeng Batik Laweyan' Jurnal Publikasi, Skripsi, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sari, D. P., Hartini, S., Rinawati, D. I. and Wicaksono, T. S. (2012) ‘Pengukuran Tingkat Eko-efisiensi Menggunakan Life Cycle Assessment untuk Menciptakan Sustainable Production di Industri Kecil Menengah Batik’, Jurnal Teknik Industri, 14(2), pp. 140–143. Zahidin, 2008. Kajian Kualitas Air di Muara Sungai Pekalongan ditinjau dari Indeks Keanekaragaman Makrobenthos dan Indeks Saprobitas Perairan, Tesis, Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro.id_ID
dc.identifier.issn2621-0789
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/9835
dc.description.abstractIndustri Batik Tidaran di Kota Magelang memang belum sepesat perkembangannya dengan Batik Solo, Batik Yogyakarta, Batik Pekalongan, maupun Batik Madura. UKM batik di Kota Magelang tersebar di beberapa desa, dan belum berada dalam 1 sentra, sehingga terkesan masih berjalan sendiri-sendiri tanpa ada kerjasama satu dengan lainnya. Produksi batik yang dihasilkan oleh UKM tersebut terdiri dari batik cap dan batik tulis. Bahan pewarna yang digunakan juga terdiri dari 2 macam, yaitu pewarna alami dan pewarna sintetis Limbah batik dari UKM di Kota Magelang belum dikelolan dengan baik. Sebagian besar UKM masih membuang limbah cairnya ke selokan ataupun halaman rumahnya. Hal tersebut tentu sangat membahayakan lingkungan. Penelitian ini akan mengidentifikasi tentang pengelolaan limbah yang dilakukan oleh UKM serta kendala yang dihadapi. Metode survey digunakan untuk mendapatkan data yang lengkap. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kesadaran pelaku UKM akan lingkungan. Masih belum maksimal. Hal itu terlihat dari belum pedulinya sebagian besar UKM terhadap limbah cairnya. UKM hanya mengejar kaoasitas produksi yang tinggi tanpa mempedulikan faktor lingkungan. UKM tidak memiliki lahan untuk mengolah limbah cairnya sebelum dibuang ke sungai atau selokan. Namun sudah ada sebagian kesil UKM yang mengolah limbahnya sebelum dibuang. Peran Pemerintah Kota Magelang digutuhkan dalam hal pendampingan terhadap UKM untuk mengembangkan UKM tidak hanya dalam hal kapasitas produksi namun juga dalam hal pengelolaan limbahnya.id_ID
dc.language.isootherid_ID
dc.publisherIENACO (Industrial Engineering National Conference) 6 2018id_ID
dc.subjectUKMid_ID
dc.subjectproduksiid_ID
dc.subjectlimbahid_ID
dc.titleIdentifikasi Permasalahan Pengelolaan Limbah UKM Batik di Kota Magelangid_ID
dc.typeArticleid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record