Show simple item record

dc.contributor.authorAlam, Dewinta Kesuma
dc.contributor.authorMahmuda, Iin Novita Nurhidayati
dc.date.accessioned2019-07-25T10:11:47Z
dc.date.available2019-07-25T10:11:47Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.citation1. Aditama, T.Y. 2006. Tuberculosis Diagnose Terapi dan Masalahnya. Edisi IV. Jakarta : Yayasan penerbit ikatan Dokter Indonesia. 2. Depkes RI.2012. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta : Depkes RI. 3. Hiswani. 2004. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular dan Lingkungan Pemukiman. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. 4. Jeon, D. 2014. Tuberculous Pleurisy: An Update. Review. Published online April 25, 2014. https://doi.org/10.4046/trd.2014.76.4.153 5. Ramana, KV. 2014. Pulmonary Tuberculosis Disseminating and Presenting as Bilateral Hydronephrosis and Renal Abscess: a Potential Threat in the Era of Multi-Drug Resistant Tuberculosis MDR-TB. American Journal of Infectious Diseases and Microbiology, 2014, Vol. 2, No. 3, 48-50 DOI:10.12691/ajidm-2-3-2. 6. Wang JY, Hsueh PR, Wang SK, Jan IS, Lee LN, Liaw YS, Yang PC, Luh KT. 2007. Disseminated Tuberculosis A 10-Year Experience in a Medical Center. Medicine Vol 86, Number 1 7. Zirta NR, Uyainah A, Yunihastuti E, Nugroho P. 2015. Karakteristik Klinis Tuberkulosis Ekstraparupada Pasien dengan dan tanpa InfeksiHumanImmunodeficiency Virus diRumah Sakit CiptoMangunkusumo, Jakarta.Original Article InternationalJournal of CHEST. Vol. 2 Nomor 2.id_ID
dc.identifier.issn2656-7490
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/11214
dc.description.abstractTuberculosis paru (TB paru) merupakan salah satu penyakit infeksi yang prevalensinya paling tinggi di dunia.Selain itu TB paru dapat berkembang menjadi TB extra paru secara akut yang disebut TB Diseminata. Di Indonesia, tuberculosis merupakan masalah utama kesehatan masyarakat dengan jumlah menempati urutan ke-3 terbanyak di dunia setelah Cina dan India, dengan jumlah sekitar 10% dari total jumlah pasien tuberculosis di dunia. Seorang laki-laki Papua berusia 51 tahun datang dengan keluhan batuk tidak berdahak dan sesak yang tak kunjung sembuh sejak 2 bulan yang lalu, disertai demam naik turun. TB extra Paru terkomfirmasi dari hasil rontgen thorak yaitu didapatkan efusi pleura sinistra, dan TB Paru terkomfirmasi dari hasil tes cepat molekular sputum, USG Marker Thorax Tampak fluid collection pada supradiafragma kiri yang menunjukkan efusi pleura kiri. Pasien diberikan terapi Curcuma, Asam Ursodeoksikolat, Metylprednisolon, dan OAT.Pada hari ketiga pasien diperbolehkan untuk pulang dan mendapatkan terapi rawat jalan.Dalam kasus ini pasien dengan tuberkulosis paru tidak slalu datang dengan batuk berdahak, karena bisa saja keluhan utama pasien disebabkan oleh gejala TB extra Paru yang diderita pasien, terutama pasien-pasien di daerah endemik TB paru, seringkali kita menemukan kasus TB dengan gejala yang tidak khas hingga memerlukan pemeriksaan yang lebih lanjut.id_ID
dc.language.isootherid_ID
dc.publisherProceedings of Continuing Medical Education, Workshop and Symposium Maternity: Medical Update Emergency Obstetry and Gynecology in the Primary Careid_ID
dc.titleTB Paru Diseminataid_ID
dc.typeArticleid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record