Show simple item record

dc.contributor.authorAnatasya, Levina
dc.contributor.authorApriyatno, Henry
dc.date.accessioned2020-08-11T03:28:50Z
dc.date.available2020-08-11T03:28:50Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.citationApriyatno, H. (2009). Kapasitas Lentur Balok Beton Bertulang Dengan Polypropylene Fiber Sebesar 6% Dari Berat Semen. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 11(2), 149-160. Apriyatno, H. (2010). KAPASITAS GESER BALOK BETON BERTULANG DENGAN OLYPROPYLENE FIBER SEBESAR 4% DARI VOLUME BETON. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 12(2). Arιoglu, N., Girgin, Z. C., & Arιoglu, E. (2006). Evaluation of ratio between splitting tensile strength and compressive strength for concretes up to 120 MPa and its application in strength criterion. ACI Materials Journal, 103(1), 18-24. Dewobroto, W. (2015). Struktur Baja: Perilaku, Analisis & Desain-AISC 2010. In: Jurusan Teknik Sipil UPH. Mohyeddin, A., Gad, E. F., Yangdon, K., Khandu, R., & Lee, J. (2016). Tensile load capacity of screw anchors in early age concrete. Construction and Building Materials, 127, 702-711. Olsen, J., Pregartner, T., & Lamanna, A. J. (2012). Basis for Design of Screw Anchors in Concrete. ACI Structural journal, 109(4). SNI. (2002a). Metode pengujian kuat tarik belah beton. SNI. (2002b). SNI 03-2847-2002 Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional. SNI. (2011). Cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder (SNI 1974:2011). Badan Standarisasi Nasional, Jakarta. SNI. (2013). Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung (SNI 2847: 2013). Jakarta: Standar Nasional Indonesia. Stuart, G., Harrison, D., Wood, B., & Maclachlan, M. (2010). A proposed methodology for the design and characterisation of concrete screw anchors. Meccanica, 45(5), 635-656. Tjokrodimuljo, K. (2004). Teknologi Beton Edisi Pertama. Biro Penerbit Teknik Sipil Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.id_ID
dc.identifier.issn2580-8834
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/12130
dc.description.abstractAngkur mempunyai berbagai macam jenis salah satunya adalah hammer drive anchor atau sering disebut dengan angkur pukul. Pemasangan angkur dapat dilakukan dengan cara cast-in place dan post installed. Cast-in place adalah pemasangan angkur yang dilakukan saat proses pengecoran, sedangkan post installed adalah pemasangan angkur yang dilakukan saat beton mengeras. Pull-out test digunakan untuk mengukur besarnya gaya maksimum yang dibutuhkan untuk mencabut angkur yang ditanam ke dalam suatu beton. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kegagalan yang terjadi dan kapasitas tarik angkur pada metode pemasangan cast-in place dan post installed dengan pengaruh diameter angkur, kedalaman angkur, jarak antar angkur, jarak angkur ke tepi beton kritis. Penelitian menggunakan angkur m10 x 120 mm dengan benda uji sebanyak enam sampel yang dipasang empat angkur pada masing-masing benda uji. Hasil penelitian kapasitas tarik angkur dengan metode cast-in place didapatkan ratarata sebesar 37,24 kN dengan rata-rata angkur tercabut sebesar 7,6 mm. Sedangkan, kapasitas tarik angkur dengan metode post installed didapatkan rata-rata sebesar 35,93 kN dengan ratarata angkur tercabut sebesar 5,67 mm. Dari 6 kali pengujian, 83% kegagalan yang terjadi adalah tercabutnya angkur dari beton. Berdasarkan cara pengambilan keputusan uji simultan dalam analisis regresi dapat disimpulkan bahwa besar pembebanan jika diuji berpengaruh signifikan terhadap panjang angkur yang tercabut.id_ID
dc.language.isootherid_ID
dc.publisherSeminar Nasional Teknik Sipil X 2020id_ID
dc.titleEksperimen Pullout Test Hammer Drive Anchor M10 X 120mm dengan Jarak Angkur Tepi Beton Kritis melalui Metode Pemasangan Cast-In Place dan Post Installedid_ID
dc.typeArticleid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record