Show simple item record

dc.contributor.authorSyahbani, Pratiwi Ayu
dc.contributor.authorWibowo, Windy Aprilia Putri
dc.contributor.authorFarinda, Ataya Azura
dc.contributor.authorAbdillah, Hamid
dc.date.accessioned2021-01-05T04:45:39Z
dc.date.available2021-01-05T04:45:39Z
dc.date.issued2020-07
dc.identifier.citationDwistika, R. (2018). Karakteristik Nanopartikel Perak Hasil Produksi dengan Teknik Elektrolisis Berdasarkan Uji Spektrofotometer UV-VIS dan Particle Size Analyzer (PSA). 1. Farida, Y., Rahmat, Deni., Agi, Widia A. (2018). Uji Aktivitas Antiinflamasi Nanopartikel Ekstrak Etanol Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dengan Metode Penghambatan Denaturasi Protein. 16(2). 226. Lanimarta, Y. (2012). Pembuatan dan Uji Penetrasi Nanopartikel Kurkumin-Dendrimer Poliamidoamin (PAMAM) Generasi 4 dalam Sediaan Gel dengan Menggunakan Sel Difusi Franz. 1. Napsah, R., Iis, Wahyuningsih. (2014). Preparasi Nanopartikel Kitosan-TPP/Ekstrak Etanol Daging Buah Mahkota Dewa (Phaleriamacrocarpa (Scheff) Boerl) dengan Metode Gelasi Ionik. 11(1). 7-8. Suryani., Wahyuni., Dian, Ariastika., Rahmanpiu. (2016). Formulasi Nanopartikel Kurkumin dengan Teknik Gelasi Ionik Menggunakan Kitosan, Tripolifosfat dan Natrium Alginat serta Uji Stabilitasnya Secara In Vitro. 2(1). 19-20. Wulandary, T. (2010). Sintesis Nanopartikel Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Berbasis Polimer Kitosan-TPP dengan Metode Emulsi. 2.id_ID
dc.identifier.issn2685-8770
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/12318
dc.description.abstractNano teknologi merupakan sebuah teknologi yang menggunakan skala nano atau sepermilyar meter. Temulawak adalah tanaman obat asli Indonesia yang kaya khasiat. Rimpangnya mengandung kurkumin yang memiliki potensial klinik cukup besar. Untuk meningkatkan aplikasi potensialnya dalam hal klinis dilakukan salah satu strategi formulasi yaitu nanopartikel kurkumin temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb). Beberapa penelitian dalam kurun waktu tertentu telah banyak dilakukan dengan berbagai metode ultrasonikasi, cross linker, dan gelasi ionik. Dengan berbagai metode yang ada, metode gelasi ionik merupakan metode yang cukup sederhana. Penggunaan polimer dalam sebuah penelitian dapat memengaruhi sebuah reaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakterisasi nanopartikel kurkumin apabila diberi beberapa perlakuan seperti, kecepatan dan lama pengadukan (300, 500, dan 700 rpm dengan waktu 60 menit) dan (30, 60, dan 90 menit dengan kecepatan 500 rpm). Variasi konsentrasi kitosan (0,02%; dan 0,03%), konsentrasi TPP (0,01%; dan 0,02%), dan perbandingan volume antara kitosan dan TPP (2,5:1, dan 5:1 ml). Variasi pelarutnya (asam asetat, asam format dan asam laktat) dan variasi konsentrasinya (0,02%; 0,03%; 0,04%; dan 0,06%). Kemudian karakterisasi nanopartikel kurkumin dilakukan dengan Particle Size Analyzer. Hasil dari pengujian didapatkan ukuran nanopartikel terbaik yaitu 79,4 nm dengan kecepatan pengadukan 500 rpm selama 90 menit, dan menggunakan asam asetat sebagai pelarut kitosan dengan konsentrasi 0,02%. Lama pengadukan, konsentrasi kitosan : TPP yang tepat, dan asam asetat sebagai jenis pelarut kitosan dianggap mampu menghasilkan ukuran nanopartikel yang kecil.id_ID
dc.language.isootherid_ID
dc.publisherProsiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) Ke-5id_ID
dc.titlePengaruh Pengadukan, Konsentrasi, dan Jenis Pelarut Kitosan terhadap Karakterisasi Nanopartikel Kurkumin dari Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) dengan Metode Gelasi Ionikid_ID
dc.typeArticleid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record