Show simple item record

dc.contributor.authorAfrizal, Adheelah Rachmah
dc.contributor.authorAmala, Faizah Noor
dc.contributor.authorSaroh, Siti Ariffatus
dc.date.accessioned2021-10-21T02:53:27Z
dc.date.available2021-10-21T02:53:27Z
dc.date.issued2021-02
dc.identifier.issn2721-2882
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/12780
dc.description.abstractGlomerulonephritis merupakan penyakit ginjal dengan suatu inflamasi dan proliferasi sel glomerulus yang didahului oleh infeksi Grup A Beta Hemolitik Streptococcus, sering ditemukan pada kelompok usia 2-15 tahun. Peradangan tersebut terutama disebabkan mekanisme imunologis yang menimbulkan kelainan patologis glomerulus dengan mekanisme yang masih belum jelas. Laporan kasus berikut merupakan laporan kasus anak perempuan umur 4 tahun mengalami bengkak seluruh tubuh sejak satu minggu sebelum masuk rumah sakit. Pasien juga mengeluhkan sering BAK sejak tiga minggu SMRS sekitar 7-10 kali dalam sehari. Sebelumnya, pasien menderita demam disertai batuk dan pilek selama 3 hari sekitar satu bulan SMRS. BAK berwarna kuning jernih sampai pekat. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/85 mmHg (hipertensi stage II). Pemeriksaan laboratorium urinalisis mikroskopik didapatkan hasil eritrosit penuh, leukosit 12-14, dan protein +1. Pemeriksaan lemak didapatkan kolesterol 120 mg/dl. Pemeriksaan ASTO didapatkan hasil positif. Pasien didiagnosis dengan GNAPS dan mendapatkan terapi diet garam dan protein, Amoxicillin 50 mg/kgBB dibagi dalam 3 dosis, injeksi Furosemid 2x2 mg, captopril 2x12,5 mg dan Aspirin diberikan 100 mg/kgBB perhari dibagi dalam 4 dosis.id_ID
dc.language.isootherid_ID
dc.publisherProceeding Book National Symposium and Workshop Continuing Medical Education XIVid_ID
dc.titlePENEGAKAN DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA GLOMERULONEFRITIS AKUT PASCA STREPTOCOCCUS (GNAPS)id_ID
dc.typeArticleid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record