Show simple item record

dc.contributor.authorKarentina, Yugita Utami Nora
dc.contributor.authorPurnamasari, Ayu Sevianita
dc.date.accessioned2021-11-08T02:05:02Z
dc.date.available2021-11-08T02:05:02Z
dc.date.issued2021-02
dc.identifier.issn2721-2882
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/12809
dc.description.abstractTuberculosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan yang penting di dunia dan Indonesia termasuk dalam Negara terbanyak dengan kasus Tuberculosis paru.Kasus TB Paru pada anak di Indonesia sebesar 1,2-17,3 % pada tahun 2015. Pada kasus ini memaparkan adanya dua temuan yaitu TB Paru dan TB ekstraparu yang berupa peritonitis TB. Mycobacterium tuberculosis dapat mencapai organ di abdomen dengan cara penyebaran secara hematogen ataupun secara langsung. Peritoneum terbentuk tuberkel dengan nekrosis caseosa dan dapat membentuk satu kesatuan yang konfluen. Gejala yang dapat ditemukan adanya terbentuknya massa dan asites dan ditemukan fenomena papan catur yaitu pada perabaan abdomen didapatkan adanya massa yang diselingi perabaan yang lunak dan juga dapat disertai dengan obstruksi usus dan asites. Perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut berupa USG abdomen, BNO dan analisa cairan asites dan biopsy peritoneum. Terapi peritonitis tuberculosis meliputi rifampisin, isoniazid,pirazinamid, dan etambutol selamadua bulan pertama, diikuti denganrifampisin dan isoniazid selama tujuh bulan berikutnya.id_ID
dc.language.isootherid_ID
dc.publisherProceeding Book National Symposium and Workshop Continuing Medical Education XIVid_ID
dc.titleTB PARU DAN PERITONITIS TBid_ID
dc.typeArticleid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record