Show simple item record

dc.contributor.authorHandayani, D.
dc.contributor.authorYulianto, M. Endy
dc.contributor.authorArifan, Fahmi
dc.contributor.authorB, M. Arief
dc.contributor.authorLestari, Endah
dc.contributor.authorErlangga
dc.date.accessioned2012-08-16T04:01:36Z
dc.date.available2012-08-16T04:01:36Z
dc.date.issued2009-12-17
dc.identifier.citationAmerican Public Health Association, 1992, Standard Method for the Examination of Water and Wastewater, 18th ed., APHA, Washington USA. Chua, H., dan P.H.F. Yu, 1999, Production of Biodegradable Plastics from Chemical Wastewater – A Novel Method to Reduce Excess Activated Sludge Generated from Industrial Wastewater Treatment, Wat. Sci. Tech., 39(10-11), hal. 273-280. Chua, H., P.H.F. Yu, dan L.Y. Ho, 1997, Coupling of Wastewater Treatment with Storage Polymer Production, Appl. Biochem. Biotechnol., 63, hal. 627-635. Droste, R.L., 1997, Theory and Practice of Water and Wastewater Treatment, John Wiley & Sons, New York, hal. 547-612. Helmreich, B., D. Schreff, dan P.A. Wilderer, 2000, Full Scale Experiencens with Small Sequencing Batch Reactor Plants in Bavaria, Wat. Sci. Tech., 41(1), hal. 89-96. Henze, Mogens, Poul Harremoes, Jes la Cour Jansen, dan Erik Arvin, 1995, Wastewater Treatment : Biological and Chemical Process, Springer-Verlag Berlin, Germany, hal. 95-98, 273-283. Horan, N.J., 1991, Biological Wastewater Treatment Systems : Theory and Operation, John Wiley & Sons, England, hal. 197, 230-233. Jogdand, S.N., 2000, Welcome to the World of Eco-Friendly Plastics : Bioplastics, C:\ProgramFiles\TeleportPro\Projects\Bioplastic_India\BP6.htm Lee, S.Y., 1996, Plastic Bacteria? Progress and Prospects for Polyhydroxyalkanoate Production in Bacteria, Tibtech, 14, hal. 431-438. Mino, T., M.C.M. Van Loosdrecht, dan J.J. Heijnen, 1998, Microbiology and Biochemistry of the Enhanced Biological Phosphate Removal Process, Wat. Res., 32(11), hal. 3193-3207. Poirier, Y., C. Nawrath, dan C. Someville, 1995, Production of Polyhydroxyalkanoates, a Family of Biodegradable Plastics and Elastomers, in Bacteria and Plants, Bio/Technology, 13, hal. 142-150. Purnama, H., 2001, Kajian Awal Pembentukan Polihidroksialkanoat (PHA) pada Sistem Pengolah Limbah Lumpur Aktif dengan Sequencing Batch Reactor (SBR), Tesis Magister, Program Studi Teknik Kimia, Institut Teknologi Bandung. Satoh, H., T. Mino, dan T. Matsuo, 1999, PHA Production by Activated Sludge, Intl. Journal. of Biological Macromolecules, 25, hal. 105-109. Satoh, H., Y. Iwamoto, T. Mino, dan T. Matsuo, 1998, Activated Sludge as a Possible Source of Biodegradable Plastic, Wat. Sci. Tech., 38(2), hal. 103-109. Slejska, A., 1997, Biodegradable Plastics. Water Environment Federation, 1994, Basic Activated Sludge Process Control, Alexandria USA, hal. 3-12. Yu, P., H. Chua, A.L. Huang, W. Lo, dan C.Q. Chen, 1998, Conversion of Food Industrial Waste into Bioplastics, Appl. Biochem. Biotech., 70, hal. 603-614.en_US
dc.identifier.issn1412-9612
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/1911
dc.description.abstractSalah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh sampah plastik adalah dengan membuat material plastik yang dapat didegradasi, antara lain dengan memanfaatkan limbah cair industri pangan berbahan baku tepung terigu yang memiliki kandungan zat-zat organik (C, H, O, N, S). Adanya zat-zat ini dapat dimanfaatkan dengan pengolahan secara fermentasi menggunakan mikroorganisme lumpur aktif menjadi plastik yang terdegradasi. Jenis plastik yang terbentuk dalam proses ini adalah Polihidroksialkanoat (PHA). PHA dapat terdegradasi sempurna dan memiliki sifat yang mirip dengan kelebihan yang dimiliki oleh plastik konvensional. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh waktu tahapan dalam satu siklus sequencing batch bio reactor (SBB), membandingkan antara siklus pendek dan siklus biasa dalam sistem SBR terhadap akumulasi PHA dan jenis PHA yang diperoleh, mengkaji kondisi operasi optimum pembentukan PHA. Percobaan utama dilakukan dalam waktu kurang lebih selama 12 jam dengan menggunakan variabel waktu pengisian dan lama ratio proses aerob dan anaerobik. Kondisi-kondisi yang diusahakan tetap adalah temperatur kamar dan pH netral (pada awal operasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tempuhan dengan variasi waktu aerob:anaerob 6:3 jam dan panjang waktu pengumpanan sama, kandungan PHA rata-rata tertinggi diperoleh pada percobaan dengan 6 jam waktu anaerob selama tahap pengisian (filling) dengan diselingi waktu aerob. Pemendekan waktu pengumpanan menghasilkan kandungan PHA rata-rata tertinggi yaitu 0,16 g/gsel.en_US
dc.publisherFT-LPPM UMSen_US
dc.subjectPHAen_US
dc.subjectplastiken_US
dc.subjectlimbahen_US
dc.titlePENGEMBANGAN SEQUENCHING BATCH BIOREACTOR UNTUK PRODUKSI PLASTIK BIODEGRADABLE (POLIHIDROKSIALKANOAT) DARI LIMBAH CAIR INDUSTRI TAPIOKAen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record