dc.identifier.citation | CEM. (2001). The Coastal Engineering Manual. Department of the Army, US Army Corps of Engineers, Washington DC. CUR. (1987). Manual on Artificial Beach Nourishment. Centre for Civil Engineering Research, Codes and Specification Rijkswaterstaat, Delft Hydraulics. Dean R.G., Dalrymple R.A. (1991). Water Wave Mechanics for Engineers and Scientists. Cambridge University Press. Dean R.G., Dalrymple R.A. (2002) Coastal Processes, Cambridge University Press. Horikawa K. (1978). Coastal Engineering, an Introduction to Ocean Engineering. University of Tokyo. Noortwijk, J.M., E.B. Peerbolte. (2000). “Optimal Sand Nourishment Decision.” ASCE Journal of Waterway, Port, Coastal, and Ocean Engineering Vol. 126, No.1. Silvester R. (1974). Coastal Engineering 1. Elsevier Scientific Publising Company, Amsterdam – Oxford – New York, 1974. Setyandito, 0.,Yuwono N. (2008). “Kajian Stabilitas Kemiringan Pantai Pasir Buatan (n = 10) Akibat Gelombang.” Jurnal Teknik Sipil, Vol.8, No. 2, Edisi Februari, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Setyandito, 0.,Yuwono N., Triatmaja R., Nizam. (2008). “Kajian Stabilitas Kemiringan Pantai Pasir Buatan Akibat Serangan Gelombang (Uji Model 2- D), sebagai Pendukung Perancangan Perlindungan Alami Daerah Pantai.” Proceeding Konferensi Teknik Sipil (Konteks 1) 6 – 7 Juni 2008, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Van Rijn L.C. (1998). Principles of Coastal Morphology. University of Utrecht, Department of Physical Geography, the NetherlandsYuwono, N. (1996). Perencanaan Model Hidraulik, Laboratorium Hidraulik dan Hidrologi. Pusat Antar Universitas Ilmu Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Yuwono, N. (2004). Pedoman Teknis Perencanaan Pantai Buatan (Artificial Beach Nourishment. Pusat Antar Universitas, Uni-versitas Gadjah Mada Yogyakarta. | en_US |
dc.description.abstract | Beberapa Negara termasuk Indonesia sedang mengembangkan wilayah pantainya terutama untuk konservasi daerah pantai.
Perbaikan ini perlu dilakukan ketika pantai tererosi and garis pantai bergerak maju menuju arah daratan dimana pemukiman
dan wilayah turis berada. Salah satu perlindungan pantai secara alami adalah membangun pantai pasir buatan. Agar diperoleh
desain optimum untuk kemiringan pantai pasir buatan. Artikel ini mempelajari pengaruh periode gelombang pada profil kemiringan
pantai pasir buatan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pemodelan fisik 2-D di laboratorium. Alatsaluran
gelombang dipasang dengan pembangkit gelombang reguler. Kemiringan awal dari pantai pasir buatan adalah n = 6, dengan
variasi periode gelombang antara 1-4 detik, kedalaman air adalah 20 cm. Pasir yang digunakan memiliki ukuran partikel (d50)
< 0,25. Perubahan profil bentuk dan kemiringan diamati dan dianalisis untuk mendapatkan parameter hidrolis pantai pasir
buatan dengan periode gelombang di atas. Hasil pengaruh periode gelombang (T) pada kemiringan pantai pasir buatan (nf)
ditunjukkan dalam grafik antara parameter tidak berdimensi gT/ 2πω dan nf. Ketika periode gelombang naik, profil kemiringan
semakin landai. Profil kecuraman disebabkan oleh transportasi sedimen bergerak maju, begitu sebaliknya. | en_US |