Show simple item record

dc.contributor.authorSudjianto, Agus Tugas
dc.contributor.authorSuryolelono, Kabul Basah
dc.contributor.authorRifa’I, Ahmad Rifa’I
dc.contributor.authorB Mochtar, Indrasurya
dc.date.accessioned2012-09-06T16:54:04Z
dc.date.available2012-09-06T16:54:04Z
dc.date.issued2011-05
dc.identifier.citationASTM. (2003). Annual Books of ASTM Standards Section 4 Volume 04.08 Soil and Rock (I): D420-D4914. Chen, F.H. (1988). Foundation on Expansive Soils, 2nd ed Amsterdam, pp 463, Elseveier Scientific Publication Company, New York, USA, Coduto, D.P. (1994. Foundation Design Principles and Practices, Prentice Hall International, Inc. Dakhshanamurthy, V. and Raman, V. (1975). “Review of Expansive Soils, Discusion.” Journal of geotechnical Enggineering Division, ASCE, Volume 101, , No. GT 6. Dela. (2001). Measurement of Soil Moisture using Gypsum Block, Measuretmen Enggineering Australia (MEA), Adelaide, Australia. Gourly, C.S., Newill, D., and Schreiner, H.D. (1993). “Expansive Soil, TRL”s Research Strategy.” Proc. Ist Inc. Symp. Engineering Characteristics of Arid Soils, London. Hardiyatmo, H.C. (2006). Mekanika Tanah I, edisi 4, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Holtz, R.D., and Gibbs, H.J. (1956). “Prediction on Swelling Potential for Compacted Clay.” Journal of the Soil mechanics and Foundation devision , ASCE, Discussion, Vol 88, No.SM4. Mochtar, I. B. (1994). Rekayasa Penanggulangan Masalah Pembangunan pada Tanah-tanah Sulit, Jurusan Teknik Sipil FTSP ITS, Surabaya. Mochtar, I. B. (2000). Teknologi Perbaikan Tanah dan Alternatif Perencanaan pada Tanah bermasalah. Jurusan Teknik Sipil FTSP ITS, Surabaya. Myers, D. (2005). Expansive Clays and Road Subgrade an Analysis, www.godismyjudgeok, 31 Agustus 2007. Nelson, J.D., and Miller, D.J. (1992). Expansive Soils; Problem and practice in Foundation and Pavement Engineering, John Wiley and Sons, New York. Rifa’i A. (2002). “Mechanical testing and Modelling of an Unsaturated Silt ith engineering Application.” Ph.D Desertation , EPFL, Switzerland. Sapaz, B. (2004). “Lateral Versus Vertical Swell Pressure in Expansive Soils.” etd.lib.metu.edu/upload/1053040/indexSeed, H.B., Woodward R.J., Lundgren R., 1962, Prediction of Swelling Potential for Cpmpacted Clays, Journal of the Soil Mechanics and Foundation Division, ASCE, Vol.88. No. SM3. Proc. Paper 3169. Sudjianto, A.T., Suryolelono, K.B., Rifa’i, A. and Mochtar, I.B. (2008). “Behaviour of Vertical and Lateral Swelling Pressure on Disturbed Highly Expansive Clay Under Water Content Variation Condition, International Conference on Geotechnical and Highway Engineering.” Universiti Teknologi Malaysia, Kuala Lumpur, Malaysia, 2008, Paper no G 21. Van Der Merwe, D.H. (1964). “The Prediction of heave from the Plasticity Index and percentage Clay Fraction of Soils.” Civil engineers in south Africa, 6(6):103-107 Yong, R, N., and Warketin, B, P. (1975). Introduction to Soil Behavior, The Mac Milan Co, New York.en_US
dc.identifier.issn1411-8904
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/1968
dc.description.abstractPerubahan musim di Indonesia menyebabkan fluktuasi kadar air tanah akibat hujan, evaporasi dan evapotranspirasi. Akibat perubahan kadar air ini, tanah ekspansif akan mengalami perubahan volume dan suction. Tanah ekspansif akan mengalami kembang volumetrik yang tinggi pada saat terjadi pembasahan dan penyusutan pada saat pengeringan. Kembang susut ini akan menyebabkan kerusakan pada struktur yang dibangun diatas maupun didalam tanah. Fenomena ini penting untuk diteliti, sejauh mana pengaruh perubahan kadar air dan suction terhadap perilaku kembang volumetrik tanah lempung ekspansif dari Soko, Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Penelitian kembang dilakukan pada benda uji terganggu dengan kondisi terkekang arah lateral secara tipis dengan diameter 6,35 cm dan tinggi 1,70 cm, dengan kadar air awal 10 % dan berat volume kering 1,26 g/cm3 dengan alat Oedometer modifikasi. Perubahan kadar air diukur dengan gypsum block modifikasi sedangkan suction diukur dengan kertas filter Whatman No. 42. Hasil penelitian memperlihatkan perubahan kadar air mempunyai hubungan berbanding lurus dengan kembang volumetrik, sedangkan matric suction mempunyai hubungan berbanding terbalik dengan perilaku kembang volumetriken_US
dc.subjecttanah lempung ekspansifen_US
dc.subjectperubahan kadar aen_US
dc.subjectmatric suctionen_US
dc.subjectkembang volumetriken_US
dc.titlePENGARUH PERUBAHAN KADAR AIR DAN SUCTION TERHADAP PERILAKU KEMBANG VOLUMETRIK TANAH LEMPUNG EKSPANSIFen_US
dc.title.alternativeTHE EFFECT OF WATER CONTENT CHANGE AND SUCTION IN BEHAVIOUR VOLUMETRIC SWELLING OF EXPANSIVE SOILen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record