Show simple item record

dc.contributor.authorSyarafuddin HZ
dc.date.accessioned2012-12-10T04:45:02Z
dc.date.available2012-12-10T04:45:02Z
dc.date.issued2011-11
dc.identifier.citationAl Bassam, Abdullah bin Abdurrahman, Taisirul Alam, Mesir: Matba‘ah Al Madani, 1960. Snouck Hurgronye, Kumpulan Karangan Snauck Hurgronye ( Terj) Sudarsono dan Mangkuwinoto, Laiden: Dick Vander Meiji, 1995. Al Sun‘ani, Subulu Assalam (Terj) Abu Bakar Muhammad, Surabaya : Al Ikhlas, 1991. Martin Van Bruinessen, Mencari Ilmu dan Pahala di Tanah Suci, Orang Nusantara Naik Haji, dalam Ulumul Quran, Vol. II. 1990/ 1410 H Zamakhsyari Dhofier, Profil Sosial Ekonomi Jema‘ah Haji Indonesia, Ibid Alawy Abbas Al Maliky, Ibaanatul ahkam, Kairo: Al Matba‘atu assyarikah, 1969. Abu Abdullah Muhammad bin Ismail Al Bukhari, Al Jami‘ Al Shahih, Beirut: Al Matba‘atu Assyarkiyah, 1994. Abu Muhammad Assyaukani, Nailul Authar, Beirut:Darul Kutub Ilmiah,1994. Ibnu Qudama Muwafiquddin Abi Muhammad, Al Mughni, Kairo: Hijrah,1992. Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid, Beirut: Darul Ilmi Lilmalayin, 1994.en_US
dc.identifier.issn0852-368X
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/2266
dc.description.abstractIbadah Haji merupakan salah rukun Islam yang kelima, sehingga seorang Muslim yang mampu wajiblah ia untuk mengerjakannya. Dikarenakan ibadah Haji dilakukan di Makkah, maka banyak sekali masalah-malah yang muncul bagi mereka yang akan menjalan-kannya, baik masalah pendaftaran, persiapan, pemberangkatan, serta kegiatan-kegiatan yang ada di Makkah. Melihat fenomen itulah penulis tertarik untuk membahas permasalahan figh dalam manasik Haji. Begitu banyaknya masalah haji maka penulis membatasi pada miqat, tarwiyah, mabid, dam dan badal. Setelah ditelusuri dari berbagai sumber didapat kesimpulan bahwa: Bandara King Abdul Aziz dapat dijadikan miqat makani bagi jemaah haji Indonesia gelombang kedua, Tarwiyah yaitu keberangkatan jemaah haji ke Mina sebelum Arafah sangat dianjurkan sepanjang memungkinkan dan tidak merugikan, Mabid di Mina pada waktu melempar jumrah hukumnya adalah wajib, waktu penyembelihan hewan dam adalah pada hari nahar tanggal 10 Dzulhijjah sebelum tahallul atau pada hari-hari Tasyriq. Majlis tarjih Muhammadiyah untuk sementara berpendapat bahwa anak dapat menjadi badal untuk menghajikan bapak dan ibunyaen_US
dc.publisherlppmumsen_US
dc.subjecthajien_US
dc.subjectfiqhen_US
dc.subjectpermasalahanen_US
dc.titlePERMASALAHAN FIQH DALAM PELAKSANAAN IBADAH HAJIen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record