Show simple item record

dc.contributor.authorSubroto
dc.contributor.authorPartono, Patna
dc.contributor.authorJatmiko
dc.date.accessioned2013-01-21T08:22:20Z
dc.date.available2013-01-21T08:22:20Z
dc.date.issued2009-10
dc.identifier.citationAmorino,Carlo., Madeddu,Alessandra., Raggio,Gianni., Cau,Giorgio., Zotter,Thomas., 2002, Demonstration Plant of Co-combustion of Coal and on Site Pre-treted Waste in a Fluidized Bed for Electricity Production, CCT 2002 Biagini,E., Tognotti,L., Mallogni,S., Pasini,S., 2002, Co-Combustion of Coal and Tire Residue in A Pilot Plant : A Simplied Modeling approach For Scale-Up Predictions of Char Oxidation, Combust.Sci. and Tech, 174 (11&12) pp. 129-150 Boavida,D., Abelha,P., Gulyurthu,I., Cabrita,I., 2002, Co-combustion of Coal and Non Recyclable Paper and Plastic Waste in a Fluidized Bed Reactor, ICCT, Sardinia, Italy, 21st Oct Borman, Gary L., Ragland, Kenneth W., 1986, Applied Combustion, Dept. of Mechanical Engineering Univ of Wisconsin Madison. Campbell, P. E., 2005. Advanced Combustion and Gasification of Fuel Blends, Northern Ireland Centre for Energy Research and Technology Fletcher,Thomas H., 1993, Swelling Properties of Coal Chars During Rapid Pyrolisis and Combustion, Fuel, Vol. 72 Number 11, pp. 1485-1495 Gale, Thomas K., Bartholomew, Calvin H., Fletcher,Thomas H., 1995, Decreases in The Swellings and Porosity of Bituminus Coals During Devolatilization at High Heating Rate, Combustion and Flame 100 : 94-100 Hase, K., Kori, Y., Ohgi, K., 1991, Effect of The Air/Fuel Ratio Fluctuation on The Formation of Nitogren Oxides, Procedings of the First International Conference, Vilamoura, Portugal, September 3-5, 1991 Herbawamurti, T. E., 2005. Pemanfaatan Energi Batubara, B2TE Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta Ito, Kenichi., Balingcongan, Romeo M., Fujita, Osamu., 1991, Flameless Combustion of Premixed Gas Within Porous Radiant Burners using a Ceramic Fiber Mat as Burner Material, Procedings of the First International Conference, Vilamoura, Portugal, September 3-5, 1991 Ismail, S., 1992. Beberapa Alternatif Pemanfaatan Batubara Indonesia Sebagai Usaha Diversifikasi Sumber Energi Primer, Loka Karya Energi. Pertamina-Komite Nasional Indonesia-World Energy Council, Jakarta Kerampran, S., Desbordes, D., Veyssiere B., 2000, Study of The Mechanisms of Flame Acceleration in a Tube of Constant Cross Section, Combust. Sci and Tech, Vol. 158, pp. 71-91 Niode, N., 1988. Pembuatan dan Pemanfaatan Briket dari Batubara Kalimantan, Hasil-hasil Loka Karya Energi 9-10 Agustus 1988, Pertamina-Komite Nasional Indonesia-World Energy Council, Jakarta Prasetyo, Totok.., Effendy, Marwan., 2003, Formulasi Tinggi Nyala Bahan Bakar LPG Di Daerah Stabilitas Nyala, Jurnal Teknik Gelagar, Vol. 14 No. 01, hal. 73-79 Rahardjo, B. S., 1999. Kajian Pembuatan Kokas Briket Batubara Ombilin dengan Proses Karbonasi Tak Langsung pada Suhu Rendah untuk Peleburan Besi Skala Industri Kecil, Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia. Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam, BPPT, Jakarta Santoso, B.., Himawanto, D.A., 2006, Pengaruh Penambahan Plastik Terhadap Karakteristik Pembakaran Briket Sampah Kota, Gema Teknik, Vol. I/Tahun IX Maret 2006, hal. 7-13 Soedjoko, T.S., dan Susilo, W., 1988. Briket Batubara untuk keperluan Industri Kecil, Hasil-hasil Loka Karya Energi 9-10 Agustus 1988, Pertamina-Komite Nasional Indonesia-World Energy Council, Jakarta. Stevanovic,A., Mehta,S., Walther,D.C., Pello,Fernandes,A.C., 2002, The effect of Fiberglass concentration on The Piloted Ignition of Polypropylene/fibreglass Composite, Combust.Sci. and Tech, 174 (11&12) pp. 171-186 Sudarno, 2005, Pengaruh baris Sirip Pada Reflektor Radiasi Panas Terhadap peningkatan Efisiensi Kompor Minyak Tanah Bersumbu, Seminar Nasiona T. Elektro UMY, Juli 2005 Sudrajat,R., 2004, The Potential of Biomass Energy Resouces in Indonesia for the Possible Development of Clean Technology Process (CTP), Proceeding of The International Workshop on Biomass & Clean Fossil fuel Power Plant Technology 2004, Jakarta, pp. II-1 –II-24 Supriyanto, H., 1994. Pemanfaatan Briket Batubara untuk Rumah Tangga dan Industri Kecil bersih lingkungan, Loka Karya Energi 25 -27 Oktober 1994, Pertamina-Komite Nasional Indonesia-World Energy Council, Jakarta Sumaryono., Basyuri, Y., 1991. Teknik Penggunaan Batubara sebagai Bahan Bakar dalam Industri Kecil, Loka Karya Energi 3-5 September 1991, Pertamina-Komite Nasional Indonesia-World Energy Council, Jakarta Sumaryono, 1995, Proses Pembuatan Biocoal dan Rancangan Tungku Pembakarannya, Puslitbang Teknologi Mineral, Balai Besar Industri Keramik Werther,J.,Saenger,M.,Hartge,E-U.,Ogada,T.,Siagi,Z.,2000,Combustion of Agricultural Residues, Progress in Energy and Combustion Science 26,pp.1-27 Winter, F., at al, 1997. Temperatur in a Fuel Particle Burning in a Fluidized Bed, The Effect of Drying, Devolatilization and Char Combustion, Combustion and Flame, 108, 302-314.en_US
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/2568
dc.description.abstractBahan bakar minyak dan batubara merupakan bahan bakar fosil yangtidak dapat diperbarui, sehingga penggunaannya harus seefisien mungkin. Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mencari bahan bakar alternatif atau melakukan penghematan penggunaan bahan bakar, termasuk diantaranya batubara. Untuk meningkatkan efisiensi pembakaran pada tungku briket batubara dapt dilakuka dengan menambah jumlah udara pembakaran supaya dapat menghasilkan pembakaran yang sempurna. Oleh karena itu , dalam penelitian ini dianalisa pengaruh variasi kecepatan pada tungku briket batubara terhadap temperatur pembakaran. Pengaturan kecepatan dilakukan dengan menggunakan adaptor. Tahapan dari penelitian ini yaitu (1) uji karakterisasi pembakaran tungku briket batubara yang ada di pasaran. (2) uji karakterisasi pembakaran tungku briket batubara dengan penambahan blower variasi kecepatan. Data yang dihasilkan adalah temperatur dan CO. Pengujian diatas dilakukan dengan berat briket yang tetap dan dengan 5 variasi kecepatan (4,4 m/s, 3,8m/s, 3,2 m/s, 2,6 m/s dan 1,9 m/s). Dari hasil penelitian dan analisa data didapatkan kondisi terbaik dari masing-masing tungku. Untuk tungku standar, temperatur tertinggi hanya mencapai 345oC, sedangkan pada tungku dengan kecepatan udara 4,4 m/s, dapat mencapai 713 oC, 643oC pada kecepatan udara 3,8 m/s, 640oC pada kecepatan udara 3,2 m/s, 680oC pada kecepatan udara 2,6 m/s dan 610oC pada kecepatan udara 1,9 m/s. Adanya penambahan kecepatan udara dapat menurunkan kadar gas buang. Kecepatan 4,4 m/s menghasilkan temperatur yang maksimal dan CO minimal.en_US
dc.description.sponsorshipBERSAING DIKTIen_US
dc.publisherLPPM UMSen_US
dc.subjectkecepatan udaraen_US
dc.subjecttemperatureen_US
dc.subjectkadar COen_US
dc.subjecttungku briket batubaraen_US
dc.titlePeningkatan Kualitas Pembakaran Tungku Briket Batu Bara yang Ramah Lingkungan Untuk Aplikasi di Rumah Tanggaen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record