Show simple item record

dc.contributor.authorSukirno
dc.date.accessioned2013-10-11T08:28:53Z
dc.date.available2013-10-11T08:28:53Z
dc.date.issued2013-03-28
dc.identifier.citation1. Anonim,2007, Subang Dalam Angka kerjasama Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Subang dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Subang. 2. Darmayana D, .A., 2004,Pengembangan Systim Produksi Unit Usaha Tepung Kencur di Sumedang Jawa Barat, Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2004, Pengembangan Teknologi Kimia, Untuk Pengolahan Sumber Daya alam Indonesia, 27 - 28 Januari 2004, Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri UPN Veteran, Yogyakarta 3. Diki Nanang Surahman, dkk, 2007, Nanas dan Produk Olahannya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna(B2PTTG),Subang. 4. Freddy Rangkuti, 2000, Busines Plan Tebnik Membuat Perencanaan Bisnis dan Analisis Kasus,P T. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 5. Sriharti dan Sukirno, 2003, Penerapan Teknologi Pembuatan Minuman Instan di desa Tanggulun Timur kecamatan Kalijati kabupaten Subang, Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia 'Teknologi Tepat Guna Berbasis Sumber Daya Alam Indonesia", 27 April 2004, Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Katolik Parahyangan Bandung. 6. Sri Indriyani,2004, Pengembanga Inndustri Buah Nanas di Industri Kecil. http:/www.pengolahan Nanas.com 5. Suparyanto,2012,Kewirausahaan Konsep dan Realita pada Usaha Kecil,Penerbit Alfabeta,Bandung.en_US
dc.identifier.issn2337-4349
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/3576
dc.description.abstractMaster plan percepatan dan perluasan Pembangunan ekonomi Indonesia(MP3EI) 2011 – 2025, menetapkan prinsip-prinsip dasar percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi membutuhkan perubahan cara pandang dan perilaku antara lain : produktivitas, inovasi dan kreativaitas didorong oleh kemampuan SDM dan Iptek menjadi salah satu pilar perubahan. Untuk mendukung pelaksanaan MP3EI di atas implementasi inovasi teknologi pada UKM sangat dibutuhkan dalam upaya untuk mengolah produk hasil sumber daya local yang berlimpah. Subang merupakan penghasil buah nanas terbesar di Jawa Barat, dari buah nanas dapat diolah menjadi berbagai bentuk dan jenis makanan dan minuman yang beraneka ragam. Dengan tujuan untuk memberi nilai tambah produk secara kualitas maupun kwantitas, menciptakan lapangan kerja dan menjadi unit usaha unggulan daerah setempat. Kendala utama yang dihadapi pengusaha UKM masih belum mampu menjalankan proses pengolahan secara mekanis, disisi lain permintaan pasar produk olahan nanas (dodol , wajit, kripik, sirup dan jus nanas) cukup tinggi . Untuk itu masukan inovasi teknologi pengolahan , pengemasan , kelembagaan dan pendampingan sangat diperlukan. Kajian terhadap peran dan pemanfaatan inovasi teknologi ini dilakukan seiri ng dengan tugas dan fungsi pelayanan teknologi tepat guna kepada UKM oleh B2PTTG – LIPI. Metoda yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptip analitik yang diarahkan pada bagaimana proses inovasi teknologi di implementasikan untuk mendukung pengembangan UKM secara berkelanjutan. Hasil studi menunjukkan bahwa jumlah usaha kecil teknologi proses pengolahan buah nanas di Subang meliputi 12 pengusaha dengan produk utama dodol nanas, hasil produksi rata-rata 11.844 kg per bulan, membutuhkan bahan baku nanas sebanyak 33.840 kg per bulan. Pemasaran meliputi wilayah Subang, Bandung, Purwakarta, Cirebon, Bekasi , Jakarta, Bogor, Yogyakarta dan Bali, tenaga kerja yang terserap sebanyak 42 orang dengan tingkat keuntungan Rp 45.000,- per proses atau Rp 10.431.692,-per unit usaha dengan kapasitas produksi 3.696 kg per bulan.en_US
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartaen_US
dc.subjectTeknologi Olahan Panganen_US
dc.subjectSumber Daya Localen_US
dc.subjectBuah Nanasen_US
dc.titlePeningkatan Kemampuan Teknologi Olahan Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal Buah Nanas (Ananas Comosus L Merr) Di Kabupaten Subangen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record