Show simple item record

dc.contributor.authorMunawir, Hafidh
dc.contributor.authorNugroho, Eko Wahyu
dc.date.accessioned2013-10-11T22:19:16Z
dc.date.available2013-10-11T22:19:16Z
dc.date.issued2013-03-28
dc.identifier.citationPT. PURA BARUTAMA. 2011. Laporan Kegiatan Bagian Pembelian. Kudus Permadi, Bambang. (1992). “AHP”. Jakarta: Pusat Antar Universitas-Studi Ekonomi Universitas Indonesia. Saaty, Thomas L. (1999). Decision Making for Leaders: Analytic Hierarchy Process in A Complex Word, 3 rd ed. RWS Publication. Pittsburg. Erwin W. 2008. Pemilihan Supplier Terbaik Memanfaatkan Sistem Pendukung Keputusan Berdasarkan Data Envelopment Analysis (Studi Kasus : PT. Sekarjati).en_US
dc.identifier.issn2337-4349
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/3578
dc.description.abstractPT. Pura Barutama merupakan perusahaan penghasil alat-alat permesinan untuk industri. Bahan baku yang digunakan untuk proses produksi di PT Pura barutama berasal dari beberapa supplier yaitu PT Sapta Sumber Lancar, PT Cahaya Riken, dan PT Sumber Teknik . Masing-masing supplier memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor didalam pemilihan supllier dan melakukan pemilihan supplier di PT Pura Barutama. Metode yang digunakan untuk melakukan pemilihan supplier yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode AHP adalah sebuah kerangka untuk mengambil keputusan dengan efektif atas persoalan yang kompleks dengan menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan dengan memecahkan persoalan tersebut kedalam bagian-bagiannya, menata bagian atau variabel ini dalam suatu susunan hirarki, memberi nilai numerik pada pertimbangan subjektif tentang pentingnya tiap variabel dan mensintesis berbagai pertimbangan ini untuk menetapkan variabel yang mana yang memiliki prioritas paling tinggi dan bertindak untuk mempengaruhi hasil pada situasi tersebut.Kriteria untuk memilih supplier yaitu kemampuan pasokan, ketepatan spesifikasi, harga, kualitas, sifat pembayaran, garansi, dan jarak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot PT. Sapta Sumber Lancar sebesar 40,9%, PT. Cahaya Riken sebesar 35,8%, dan PT. Sumber Teknik sebesar 23,3%. Hasil ini menunjukkan bahwa sebaiknya perusahaan menggunakan supplier PT Sapta Sumber lancar terlebih dahulu, jika PT Sapta Sumber Lancar tidak bisa baru ke supplier yang urutan kedua, kemudian ketiga.en_US
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartaen_US
dc.subjectKriteria Supplieren_US
dc.subjectAHPen_US
dc.titleAnalisis Faktor-Faktor Pemilihan Supplier Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (Studi Kasus: PT. Pura Barutama Kudus)en_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record