Show simple item record

dc.contributor.authorYusuf, Muhammad
dc.date.accessioned2013-10-17T13:19:50Z
dc.date.available2013-10-17T13:19:50Z
dc.date.issued2013-03-28
dc.identifier.citationBelavendram and Nicolo, 1995, Quality By Design. London: Prentice Hall International. Hicks, Charles R., 1993, Fundamental Concepts in The Design of Experiments. Saunders College Publising. Manuaba, A. (1992), Pengaruh Ergonomi terhadap Produktifitas, Seminar Produktivitas Tenaga Kerja, Jakarta. McCormick,E.J and M.S. Sanders., 1994, Human Factor in Engineering and Design. New York: McGraw Hill Book Company. Mitra, Amitava., 1993, Fundamental of Quality and Improvement. USA: Mc Millan. Pulat, B Mustafa., 1992, Fundamentals of Industrial Ergonomics. School of Industrial Engineering University of Oklahoma. Santoso, S., dan Tjiptono., F., 2001, Riset Pemasaran Konsep dan Aplikasi SPSS. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. Sutalaksana dkk., 1979, Teknik Tata Cara Kerja. Jurusan Teknik Industri, ITB, Bandung. Tarwaka dkk., 2004, Ergonomi untuk keselamatan Kesehatan Kerja dan Produktivitas. Surakarta: UNIBA PRESS. Wigjosoebroto, S., Ergonomi Studi Gerak dan Waktu, Guna Widya, 2003en_US
dc.identifier.issn2337-4349
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/3590
dc.description.abstractWaktu penyelesaian kerja operator yang dilakukan oleh seorang pekerja guna menyelesaikan pekerjaan dipengaruhi oleh 2 (dua) factor, yaitu faktor intern yaitu faktor berpengaruh langsung dengan diri pekerja misalnya kelelahan, psikologis mental pekerja dan kondisi-kondisi yang berkaitan dengan fisik pekerja dan faktor eksteren yaitu faktor dari luar diri pekerja misalnya kondisi lingkungan yang dialami oleh pekerja pada saat pekerjaan berlangsung. Lingkungan kerja yang baik adalah lingkungan yang dapat membuat seorang pekerja merasa nyaman dan tidak mengganggu aktivitas kerja selama bekerja, namun sebaliknya apabila lingkungan kerja tidak baik atau kurang sehat seperti ruangan yang terlalu panas, dingin, dan bising akan menyebabkan konsentrasi, kemampuan ,mental dan efektifitas pekerja menurun. Ergonomi adalah ilmu, seni dan penerapan teknologi untuk menyerasikan atau menyeimbangkan antara segala fasilitas yang digunakan baik dalam beraktivitas maupun istirahat dengan kemampuan dan keterbatasan manusia baik fisik maupun mental sehingga kualitas hidup secara keseluruhan menjadi lebih baik Pengamatan dilakukan pada pekerja dengan melihat waktu penyelesaian pekerjaan terhadap tingkat kebisingan dimana kebisingan diidentifikasikan sebagai bunyi yang tidak dikehendaki yang dapat mengganggu ketenangan kerja merusak pendengaran dan dapat menimbulkan kesalahan komunikasi. Dengan tingkat kebisingan dibagi menjadi tiga bagian kebisingan tingkat rendah 50–65 dB, sedang 65-85 dB, dan tinggi 85-100 dB, sedangkan faktor lingkungan lain dianggap normal. Dari hasil penelitian dapat diketahui apakah ada pengaruh kebisingan terhadap wakti penyelesaian pekerjaan yang dilakukan oleh operator dengan kondisi tingkat kebisingan rendah, sedang, dan tinggi. Dan dari hasil penelitian dapat digunakan untuk merancang sebuah sistem kerja dengan tingkat kebisingan yang masih dapat diterima oleh operator.en_US
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartaen_US
dc.subjectkebisinganen_US
dc.subjectfaktor kerjaen_US
dc.subjectoperatoren_US
dc.subjectergonomien_US
dc.titlePengaruh Kebisingan Terhadap Waktu Penyelesaian Pekerjaan Operatoren_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record