Show simple item record

dc.contributor.authorPurnama, Herry
dc.contributor.authorWibowo, Tri Yogo
dc.contributor.authorWidiana, Novita
dc.contributor.authorPuspita, Kiswari Diah
dc.date.accessioned2014-01-18T03:53:52Z
dc.date.available2014-01-18T03:53:52Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.citationCooney, Tyson, 2009, Epoxidised Resins from Natrural Renewable Resources, University of Southern Queensland Goud, V.V., Patwardhan, A.V., and Pradhan N.C., 2006, Studies on the Epoxidation of Mahua Oil (Madhumica Indica) by Hydrogen Peroxide, Bioresour Technol Green, A dan Catizone, 2009, Helping Wean the Chemicals Industry off Crude Oil, CSRI media release Kirk, R.E. dan Othmer, D.F., 1982, Encyclopedia of Chemical Technology, Vol 8-9 Third Edition, John Wiley and Sons. New York Mungroo, Pardhan, N.C., Goud VV, and Dalai, A.K., 2008, Epoxidation of Canola Oil with Hydrogen Peroxide Catalyzed by Acidic Ion Exchanger Resin, J Am Chem Soc Sinaga, Mersi, 2007, Pengaruh Katalis H 2 SO pada Reaksi Epoksidasi Metil Ester PFAD (Palm Fatty Acid Distilate), Universitas Sumatera Utara 4 Williams, C.K., 2008, Polymer from Renewable Resources: A perspective for a Special Issue of Polymer Review, Polymer Reviewsen_US
dc.identifier.issn1412-9612
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/4165
dc.description.abstractTelah dilakukan penelitian pengaruh rasio mol peroksida dan persentase katalis pada epoksidasi metil oleat dengan katalis padat. Penelitian bertujuan untuk membuat plasticizer yang ramah lingkungan dan mengetahui perbandingan normalitas H 2 O dan persen katalis pada proses epoksidasi metil oleat dengan katalis padat (amberlite). Variabel yang digunakan dalam penelitian adalah (1) Variabel tetap, yang meliputi mol metil oleat, normalitas asam asetat, waktu, suhu, kecepatan pengadukan, dan volume asam asetat, cyclohexane, Wijs, KI, aquades (2) Variabel berubah, yang meliputi (a) normalitas H 2 O 2 2 (1,3 N; 1,5 N; 1,7 N; 1,9 N), dan (b) prosentase katalis padat (5%, 10%, 20%, 30%). Tahapan penelitian meliputi proses epoksidasi, penentuan bilangan oksiran, penentuan bilangan oksidasi, dan proses pencucian. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa (1) Metil oleat dapat diepoksidasi dengan baik melalui proses in-situ dalam pembuatan plasticizer, (2) Perbedaan konsentrasi H 2 O dan persen katalis mempengaruh terhadap bilangan oksiran pada senyawa epoksi yang dihasilkan, dan (3) Konsentrasi H 2 O 2 2 1,9 N dan 5% katalis merupakan perbandingan yang paling bagus untuk senyawa epoksi yang dihasilkan.en_US
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartaen_US
dc.subjectepoksidasien_US
dc.subjectmetil oleaten_US
dc.subjectperoksidaen_US
dc.subjectamberliteen_US
dc.titlePengaruh Rasio Mol Peroksida dan Persentase Katalis pada Epoksidasi Metil Oleat dengan Katalis Padaten_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

  • Simposium Nasional Ke-12 RAPI 2013
    Pengembangan Teknologi Berbasis Pendekatan Kluster & Konsorsium Riset Menuju Masterplan Pengembangan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

Show simple item record