Show simple item record

dc.contributor.authorMastuti, Endang
dc.contributor.authorFristianingrum, Godeliva
dc.contributor.authorAndika, Yohanes
dc.date.accessioned2014-01-22T04:21:56Z
dc.date.available2014-01-22T04:21:56Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.citationCahyadi,S.,(2008), “Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan”, Cetakan Pertama. Jakarta: PT Bumi Aksara. Cevallos-Casals, B. A.,and Cisneros-Zevallos.,(2004). “L. Stability of anthocynin-based aqueos extracts of Andean purple corn and red-fleshed sweet potato compared to synthetic and natural colorant”, Food Chemistry, Vol. 86, pp. 69-77. Elsevier. Dalimartha,S.,(2008),“Atlas Tumbuhan Obat Indonesia”,Jilid 5.86-87,Jakarta, Wisma Hijau, diakses dari http://books.google.co.id/books?id=fMbggKgmphMC&pg=PA86&dq=bunga+telang&hl=id&sa=X&ei =pbDZU, tanggal 12 Desember 2012 Hanum,T.,(2000), “Ekstraksi dan Stabilitas Zat Pewarna Alam dari Katul Beras Ketan Hitam (Oryza sativa glutinosa)”. Bul. Teknol. Dan Industri Pangan, Vol. XI, No.1. Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian. Bandar Lampung, Universitas Lampung. Inayati, Nurlela.,(2011), “Ekstraksi dan Uji Stabilitas Zat Warna Alami dari Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosasinensis L.) dan Bunga Rosela (Hibiscus sabdarifa L.)”,Valensi Vol.2 No.3, halaman 459-467. Jakarta, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta J. B. Adams. 1973. “Thermal degradation of anthocyanins with particular reference to the 3-glycosides of cyanidin. I. in acidified aqueous solution at 100 deg”, J. Sci. Food Agri. 24: 747-762. Jackman, R. L. dan Smith J. L.,(1996). “Anthocyanins and Betalains”, Hendry G. A. P dan J.D. Houghton (Eds). Natural Food Colorants, 2nd Edition. Chapman and Hall, London. Kazuma K, et al.,(2003), “Flavonoid composition related to petal color in different lines of Clitoria ternatea”, Phytochemistry University Bangkok, Thailand. Kearsley M.W., Rodriguez N, (1981), “The stability and use of natural colors in foods: anthocyanin, β-carotene and riboflavin”, Journal of Food Technology 16: 421-431 Lee, H.S. and Walker.,(1991), “Anthocyanin Pigments in The Skin of Lyches Fruit”,Journal of Food Science. Lydia S. Wijaya1, Simon B. Widjanarko, Tri Susanto, (2001), “Ekstraksi dan Karakterisasi Pigmen dari Kulit Buah Rambutan (Nephelium Lappaceum)”, Var. Binjai Biosain, Vol. 1 No. 2, hal. 42-53 Markakis, P. (1982). Anthocyanin as Food Colors. New York: Academic Press McLellan, M.R., and Cash, J.N,(1979), “Application of Anthocyanins as Colorants for Marasehino-Type Cherries” Journal of Food Science 44(2), page 483-487 Wijaya, L.A., Marcel, P.S., Fenny, S.,(2009), “Mikroenkapsulasi Antosianin sebagai Pewarna Makanan Alami Sumber Antioksidan Berbasis Limbah Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.)”, Bogor, Institut Pertanian Bogor. Wijaya, L. S., S. B. Widjanarko., dan T. Susanto,(2001),”Ekstraksi dan Karakterisasi Pigmen dari Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum) var. BINJAI”, BIOSAIN. Vol. 1. No. 2. Agustus 2001 : 42-53. Winarno, F.G., (2002), Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia. Zussiva, A. dan Laurent, B.K,(2012). “Ekstraksi dan Analisis Zat Warna Biru (Anthosianin) dari Bunga Telang (Clitoria ternatea) sebagai Pewarna Alami”, Jurnal teknologi Kimia dan Industri, Vol.1, No.1, halaman 356-365. Semarang, Universitas Diponegoro.en_US
dc.identifier.issn1412-9612
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/4212
dc.description.abstractBunga telang (Clitoria ternatea L.) sering dijumpai di lingkungan kita. Di dalamnya terkandung pigmen antosianin yang larut dalam air. Untuk mendapatkan ekstrak zat warna antosianin tersebut, perlu dilakukan ekstraksi. Penelitian ini bertujuan mendapatkan waktu dan kecepatan pengadukan optimum agar proses ekstraksi berjalan maksimal. Selain itu, ekstrak zat warna yang memiliki nilai absorbansi tertinggi akan diuji kestabilannya dalam pengaruh kondisi penyimpanan, pH, penyinaran matahari, dan suhu pemanasan. Dalam percobaan ini digunakan suhu 60°C, karena di atas suhu itu zat warna akan mengalami denaturasi. Diperoleh hasil waktu optimum ekstraksi adalah 2,5 jam dan kecepatan pengadukan optimum 500 rpm. Ekstrak ini diuji kestabilannya dalam empat variabel. Pada pengaruh kondisi penyimpanan, ekstrak akan mengalami perubahan intensitas warna paling besar pada kondisi ruang (28°C) daripada suhu dingin (6°C). Ditandai dengan penurunan nilai absorbansi yang lebih besar. Pada pengaruh pH, terjadi perubahan intensitas warna seiring dengan berubahnya pH. Pada pengaruh penyinaran matahari, semakin lama ekstrak terpapar sinar kestabilannya akan turun, ditandai dengan nilai absorbansi yang menurun. Pada pengaruh suhu pemanasan, makin tinggi suhu pemanasan makin turun nilai absorbansi ekstrak. Nilai absorbansi yang turun menandakan ekstrak tidak tahan pada pemanasan suhu tinggi. Pada penelitian ini digunakan pewarna sintetis untuk membandingkan tingkat stabilitasnya dengan ekstrak bunga telang. Hasilnya, pewarna sintetis memiliki kestabilan pada semua variabel yang diujikan. Ditunjukkan dengan nilai absorbansi yang cenderung konstan.en_US
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartaen_US
dc.subjectbunga telangen_US
dc.subjectpigmen antosianinen_US
dc.subjectekstraksien_US
dc.titleEkstraksi dan Uji Kestabilan Warna Pigmen Antosianin dari Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) sebagai Bahan Pewarna Makananen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

  • Simposium Nasional Ke-12 RAPI 2013
    Pengembangan Teknologi Berbasis Pendekatan Kluster & Konsorsium Riset Menuju Masterplan Pengembangan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

Show simple item record