Show simple item record

dc.contributor.authorFathurrohmah, Septiana
dc.contributor.authorHati, Karina Bunga
dc.contributor.authorMarjuki, Bramantiyo
dc.date.accessioned2014-01-24T08:44:12Z
dc.date.available2014-01-24T08:44:12Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.citationDepartemen Kehutanan. 2005. Pedoman Inventarisasi dan Identifikasi Lahan Kritis Mangrove. Jakarta : Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial Departemen Kehutanan. FAO. 2007. The World‟s Mangroves 1980-2005, A Thematic Study Prepared in the Framework of the Global Forest Resources Assessment 2005. Rome : FAO Forestry Paper. Kustanti, A. 2011. Manajemen Hutan Mangrove. Bogor : IPB Press. Meneses-Tovar, C.L. 2011. NDVI as Indicator of Degradation.Unasy Iva 238, Vol.62, 2011/2. Mukhtar. 2009. Garis Pantai Indonesia Terpanjang Keempat di Dunia. http://www.kkp.go.id/index.php/arsip/c/1048/Garis-Pantai- Indonesia-Terpanjang-Keempat-di-Dunia/?category_id=. (Diakses Tanggal :28 Mei 2013). Perdana, A.P. 2011. Tutorial Ringkas Identifikasi Ekosistem Mangrove dan Pemetaan Kerapatan Mangrove dari data Penginderaan Jauh. http://www.scribd.com/doc/62744013/GIS-and-Remote-Sensing-for-Mangrove-Mapping (Diakses Tanggal : 20 Mei 2013).en_US
dc.identifier.issn978-979-636-152-6
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/4261
dc.description.abstractIndonesia memiliki wilayah pesisir cukup luas dengan garis pantai terpanjang keempat di dunia, yai tu mencapai 95.181 km (Rompas 2009, dalam Mukhtar 2009). Wilayah pesisir tersebut menyimpan potensi sumberdaya yang melimpah. Salah satu sumberdaya yang dimiliki oleh sebagian wilayah pesisir Indonesia adalah hutan mangrove. Hutan mangrove memiliki fungsi ekologis, fungsi sosial dan ekonomi, serta fungsi fisik. Oleh karenananya, diperlukan pengelolaan yang optimal terhadap hutan mangrove. Pengelolaan hutan mangrove dapat dipermudah dengan memanfaatkan aplikasi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Aplikasi pengelolaan hutan mangrove dapat dilakukan melalui interpretasi visual citra penginderaan jauh untuk mengetahui persebaran komunitas vegetasi mangrove di suatu wilayah. Apabila data penginderaan jauh yang digunakan bersifat multitemporal, maka dapat diaplikasikan untuk kegiatan monitoring, seperti monitoring perubahan luasan, monitoring perubahan distribusi tutupan lahan, dan lain sebagainya. Seiring dengan perkembangannya, saat ini, teknik penginderaan jauh yang diintegrasikan dengan teknik Sistem Informasi Geografis semakin membantu dalam penyediaan basis data spasial mangrove melalui berbagai aplikasi. Sebagai contoh aplikasi tersebut, dalam penelitian ini dilakukan kegiatan monitoring perubahan luas dan distribusi tutupan lahan mangrove di area Delta Sungai Wulan Kabupaten Demak melalui interpretasi visual data penginderaan jauh. Data penginderaan jauh yang digunakan adalah Citra Landsat TM tahun 1994, Citra Landsat ETM tahun 2002, dan Citra ALOS tahun 2010. Selanjutnya, dilakukan pula pemetaan tingkat kerapatan mangrove menggunakan teknik Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) pada Citra ALOS tahun 2010en_US
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartaen_US
dc.subjectpengelolaanen_US
dc.subjectmangroveen_US
dc.subjectpenginderaan jauhen_US
dc.titleAplikasi Penginderaan Jauh untuk Pengelolaan Hutan Mangrove Sebagai Salah Satu Sumberdaya Wilayah Pesisir (Studi Kasus di Delta Sungai Wulan Kabupaten Demak)en_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record