Show simple item record

dc.contributor.authorIbrahim, Abdul Syukur
dc.date.accessioned2014-07-16T03:53:05Z
dc.date.available2014-07-16T03:53:05Z
dc.date.issued2012-12
dc.identifier.citationBorgatta, Edgar F. and Marie L. Borgatta. 1992. Encyclopedia of Sociology. USA: Macmillan. Bourdieu, Pierre. 1994. Language and Symbolic Power. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press. Brooks, A. 2005. Posfeminisme & Cultural Studies: Sebuah Pengantar Paling Komprehensif. Diterjemahkan oleh S. Kunto Adi Wibowo. Yogyakarta: Jalasutra. Cummings, L. 2005. Pragmatics: A Multidisiplinary Perspective. Edinburgh: Edinburgh University Press. Eriyanto. 2005. Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKiS. Goffman, Erving. 1959. The Presentation of Self In Everyday Life. New York: Doubleday Anchor. Haralambos and Holborn. 2001. Sociology Theme and Perspektif. London: Harpercollins. Haryatmoko. 2003. “Menyingkap Kepalsuan Budaya Penguasa” dalam Basis No. 11—12 Desember 2003. Hayat, E dan Miftahus Surur (Ed). 2005. Perempuan Multikultural: Negosiasi dan Representasi. Jakarta: Desantara. Jorgensen, Marianne and Louise Phillips. 2007. Discourse Analysis: as Theory and Method. London: SAGE. Ritzer, G and Douglas J. Gordon. 2004. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prenada Media. Rusdiarti, S. R. 2003. “Bahasa, Pertarungan Simbolik dan Kekuasaan”, dalam Basis No. 11—12 Desember 2003. Sudiarja, A. 2004. “Tanpa Kemampuan Komunikatif, Masyarakat Hancur”, dalam Basis. No. 11-12, Tahun ke-53. November-Desember 2004.en_US
dc.identifier.issn0852-9604
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/4568
dc.description.abstractMeningkatnya modal sosial, pendidikan, dan ekonomi perempuan mengubah strategi interaksi laki-laki dan perempuan. Untuk mendapatkan pemahaman konseptual-fundamental antara aku (I) dan kamu (you), laki-laki dan perempuan melakukan negosiasi antara diri (self) dan yang lain (others). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan eksplanasi tentang konstruksi self dalam ekspresi bahasa gender yang meliputi (1) bentuk penciptaan self secara harmonis dalam ekspresi bahasa gender dan (2) strategi pendefinisian situasi yang harmonis dalam ekspresi bahasa gender. Penelitian ini menggunakan ancangan teori impression manajemen sebagai bagian dari teori dramaturgi Goffman dengan rancangan penelitian interaksionisme simbolik. Temuan penelitian ini adalah (1) bentuk penciptaan self dalam ekspresi bahasa gender direalisasikan dalam bentuk linguistik dan bentuk pragmatik serta (2) Strategi pendefinisian situasi yang harmonis dalam ekspresi bahasa gender dilakukan perempuan melalui pemvalidasian konsep diri, pendemonstrasian keanggotaan dalam kelompok, penghadiran jarak sosial, dan peresponan stigma fisik.en_US
dc.publisherLPPM UMSen_US
dc.subjectharmoni sosialen_US
dc.subjectgenderen_US
dc.subjectekspresien_US
dc.subjectselfen_US
dc.subjectkonstruksien_US
dc.titleKonstruksi Self dalam Ekspresi Bahasa Gender: Kajian Harmoni Sosial dalam Perspektif Hermeneutikaen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record