Show simple item record

dc.contributor.authorFitriadi, Ratnanto
dc.contributor.authorUtama, Wahyu Yoga
dc.date.accessioned2014-12-05T01:51:58Z
dc.date.available2014-12-05T01:51:58Z
dc.date.issued2014-11-25
dc.identifier.citationArlisa Jati Wulandari, Sri Mumpuni R, Irhamah, (2011), Optimasi Sistem Persediaan Multi-item di PT Amigo Group dengan Pendekatan Algoritma Genetika, Skripsi, Jurusan Statistika FMIPA-ITS, Surabaya. Dina Rahmayanti, Ahmad Fauzan (2013), Optimalisasi Sistem Persediaan Bahan Baku Karet Mentah (Lateks) dengan Metode Lot Sizing (Studi Kasus: PT Abaisiat Raya), Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 12, No.1, 317-325. Gaspersz, V. (2004), Production Planning and Inventory Control, Jakarta :Gramedia Pustaka Utama. Mehdi Sajadifar, Ahmad Mavaji, (2014), An Inventory Model with Demand Dependent Replenishment Rate for Damageable Item and Shortage, Proceedings of the 2014 International Conference on Industrial Engineering and Operations Management, Bali, Indonesia.en_US
dc.identifier.issn2339-028X
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/5052
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan melakukan optimisasi terhadap tingkat persediaan batu kapur untuk menghindari berhentinya proses produksi di PT Semen Indonesia. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (dahulu PT Semen Gresik (Persero) Tbk) adalah pabrik semen yang terbesar di Indonesia dengan kapasitas 28,5 juta ton/tahun (tahun 2013). Hal ini membuat kebutuhan akan bahan baku semen yang mayoritas (80%) adalah batu kapur akan meningkat juga. Suplai batu kapur di PT Semen Indonesia di suplai oleh anak perusahaannya yang beroperasi di tambang yaitu UTSG (United Tractor Semen Gresik). Secara garis besar, sistem produksi semen dibagi ke dalam 5 tahapan utama yaitu tahap penyiapan bahan baku, penggilingan bahan baku, pembakaran, penggilingan akhir, dan pengemasan. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah dengan mengumpulkan data permintaan semen dari tahun 2011-2012 untuk melihat trend (pola data) tersebut. Selanjutnya dilakukan metode peramalan permintaan untuk tahun 2013 dengan memperhatikan pola data dan MAD (mean absolute deviation) terkecilnya. Dari hasil peramalan kemudian dilakukan verifikasi untuk melihat apakah fungsi peramalan yang digunakan sudah mewakili pola data yang ada atau tidak, dan juga pengujian out of control agar dapat diketahui apakah proses verifikasi sudah terkendali atau belum. Hasil peramalan tersebut dijadikan input kebutuhan batu kapur (dari UTSG sebagai supliernya). Jika terjadi kekurangan akibatnya proses produksi terhenti, sebaliknya jika kelebihan persediaan maka biaya simpan akan meningkat (mengingat proses pemenuhan bahan baku harus ditransfer dari lokasi tambang dan kapasitas maksimal UTSG). Ada 2 skenario untuk melakukan optimisasi pemenuhan bahan baku yaitu dipesan sesuai peramalan dan dipesan dengan menambahkan 5% dari kebutuhan, dimana setiap skenario mempunyai tradeoff apabila terpenuhi dan apabila kurang (tidak terpenuhi). Hasil optimisasi menunjukkan bahwa dengan penambahan pemesanan sebesar 5% lebih menguntungkan dari segi biaya, dan ada syarat tambahan yaitu harus dilakukan evaluasi setiap 6 bulan sekali sehingga biaya optimum adalah sebesar Rp 2.793.808.000,-.Tetapi adanya fluktuasi permintaan dan kapasitas suplai bahan baku maka masih perlu dilakukan pendekatan yang lebih smooth terhadap tingkat pemenuhan UTSG di masa datang.en_US
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartaen_US
dc.subjectbiayaen_US
dc.subjectoptimisasien_US
dc.subjectpersediaanen_US
dc.subjectsemen indonesiaen_US
dc.titleOptimisasi Tingkat Persediaan Bahan Baku Batu Kapur di PT Semen Indonesia Unit Tuban Ien_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record