Show simple item record

dc.contributor.authorWidodo, Sri
dc.contributor.authorSetyaningsih, Ika
dc.date.accessioned2015-04-16T02:57:21Z
dc.date.available2015-04-16T02:57:21Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.citationAASHTO, 1993. Guide for Design of Pavement Structure. AASHTO, Washington D.C. Bazin, P. dan Saunier, J., 1994. Deformability, Fatigue and Healing Properties of Asphalt Mixes. Proceeding International Conference Structural Design Asphalt Pavement Brown, S., 1990. The Shell Bitumen Handbook. Shell Bitumen U.K. Direktorat Jenderal Bina Marga, 2010. Spesifikasi Umum Bidang Jalan dan Jembatan Divisi 6 Perkerasan Beraspal. Pusat Litbang Jalan dan Jembatan Badan Penelitian dan Pengembangan, Bandung. Sudjatmiko, A.E.T,1999. Karakteristik Modulus Lapis Aspal Untuk Kondisi Temperatur di Indonesia. Thesis Program Magister Sistem dan Teknik Jalan Raya, Program Pascasarjana, Institut Teknologi Bandung Xiao, F., Amirkhanian, S., 2008. Resilient Modulus Behavior of Rubberized Asphalt Concrete Mixtures Containing Reclaimed Asphalt Pavement. Road . Materials and Pavement Design. Volume 9, Issue 4 - 2008 - pp.633-649 Youder, E.J. dan Witczak, M.W., 1975. Principles of Pavement Desgn, Edisi 2, John Wiley & Sons, Inc., Toronto.in_ID
dc.identifier.issn1412-9612
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/5670
dc.description.abstractPada perencanaan tebal lapis perkerasan jalan, modulus elastisitas beton aspal telah digunakan untuk menentukan koefisien lapis perkerasan jalan. Akan tetapi pada pelaksanaan pekerjaan lapis perkerasan jalan, pengendalian kualitas beton aspal masih menggunakan nilai stabilitas Marshall, sehingga tidak sesuai dengan parameter perencanaan tebal perkerasan yang menggunakan modulus elastisitas. Penelitian penggunaan alat Marshall untuk menguji modulus elastisitas beton aspal perlu dilakukan karena alat uji modulus elastisitas beton aspal saat ini belum banyak dipunyai oleh laboratorium jalan raya di Indonesia. Pengujian dengan alat Marshall dilakukan dengan cara mengamati stabilitas benda uji untuk setiap penambahan flow 0,5 mm. Tegangan diperoleh dengan membagi stabilitas dengan luas bidang tekan sedangkan regangan diperoleh dengan jalan membagi flow dengan diameter benda uji. Modulus elastisitas beton aspal merupakan kemiringan garis hubungan antara tegangan dan regangan yang berbentuk garis lurus yang terjadi pada awal pembebanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai modulus elastisitas beton aspal semakin kecil seiring dengan bertambahnya temperatur beton aspal. Modulus elastisitas beton aspal pada temperatur 25 C, 35 o C, 45 o C, 55 o C, dan 65o C secara berturut turut adalah 4.063 kg/cm2 , 3.872 kg/cm , 2.599 kg/cm2 , 2.395 kg/cm2 , dan 2.187 kg/cm2 . Model pengaruh temperatur (x, C) terhadap nilai modulus elastisitas beton aspal (y, kg/cm2) adalah y = 0,74 x2o – 118,76x + 6723,74.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartain_ID
dc.subjectteganganin_ID
dc.subjectreganganin_ID
dc.subjectmodulus elastisitasin_ID
dc.subjectbeton aspalin_ID
dc.subjectalat Marshallin_ID
dc.titlePenggunaan Alat Marshall untuk Menguji Modulus Elastisitas Beton Aspalin_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record