Show simple item record

dc.contributor.authorTantiani, Farah Farida
dc.date.accessioned2015-12-22T07:17:43Z
dc.date.available2015-12-22T07:17:43Z
dc.date.issued2015-06-13
dc.identifier.citationBaron, R.A & Byrne, D (2003), Social Psychology, 10th ed, Boston: Pearson Education, Inc. Bratawijaya, T.W (1997) Mengungkap dan Mengenal Budaya Jawa. Jakarta: PT Pradnya Paramita Felder, R.M & Brent, M (2007) Cooperative Learning. Diakses pada 1 Juni 2015 dari http://www4.ncsu.edu/unity/lockers/users/f/felder/public/Papers/CLChapter.pdf Gestwicki, C (2007) Developmentally Appropriate Practice: Curriculum & Development in Early Education, 3rd ed, Canada: Thompson Delmar Learning Gillies, R.M & Ashman, A.F (2003), An Historical Review of The Use of Groups to Promote Socialization & Learning. In Gillies, R.M & Ashman, A.F (Ed.), Co-operative Learning: The Social and Intellectual Outcomes of Learning in Groups. (pp.1-18). London: RoutledgeFalmer. Michener, H.A, DeLamater, J.D, & Myers, D.J (2004) Social Psychology, 5th ed, USA: Wadsworth Thomson Myers, D.G (2010) Social Psychology, 10th ed, New York: McGraw-Hill. Niels, Mulder (1984) Kebatinan dan Hidup Sehari-hari Orang Jawa: Kelangsungan dan perubahan kulturil, Jakarta: PT Gramedia Ormrod, J.E (2011) Educational Psychology: Developing Learners, 7th ed. Boston: Pearson Education, Inc. Rochmadi, N (2012) Menjadikan Nilai Budaya Gotong-Royong Sebagai Common Identity dalam Kehidupan bertetangga Negara-Negara ASEAN, diakses pada 18 Mei 2015 dari http://library.um.ac.id/images/stories/artikel_dosen/menjadikan%20gotong%20royong%20sebagai%20common%20identity%20-%20nurhadi.pdf Shadily, Hassan (1998) Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta.in_ID
dc.identifier.isbn978-602-71716-2-6
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/6497
dc.description.abstractAkhir-akhir ini media massa dipenuhi oleh berita kekerasan yang usia pelakunya makin muda. Marak berita tentang pembegalan yang ternyata dilakukan oleh remaja, kasus bullying yang pelakunya sesama anak SD dan menyebabkan kematian, dan masih banyak kasus kekerasan lainnya. Salah satu faktor yang diduga menyebabkan hal ini adalah karena budaya kompetisi yang secara tak sadar ditumbuhkembangkan sejak masa kanak-kanak di lingkungan sekolah. Kompetisi menghargai yang menang sehingga setiap orang berusaha untuk mengalahkan orang lainnya dengan berbagai cara. Dalam kompetisi, kekalahan dapat menyebabkan orang tidak percaya diri. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengusulkan penggunaan asas gotong royong yang merupakan kebudayaan Indonesia dalam setiap pembelajaran di sekolah. Hal ini dapat dilakukan dengan model belajar cooperative learning dalam berbagai bentuknya. Model belajar ini lewat dari banyak penelitian yang telah di review oleh Johnson dkk (dalam Gillies & Ashman, 2003) mengkonfirmasi bahwa cooperative learning merupakan model belajar yang dapat digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswanya karena meningkatkan pencapaian dan ketrampilan sosialnya. Sumber data dalam artikel ini adalah bahan-bahan kepustakaan psikologi yang berkaitan dengan gotong royong dan cooperative learning dengan menggunakan analisis tematik. Dari hasil analisis ini diusulkan agar gotong royong dapat lebih ditumbuhkan dalam semua tingkat pendidikan menggantikan kebiasaan kompetisi yang selama ini hadir.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartain_ID
dc.subjectgotong royongin_ID
dc.subjectkompetisiin_ID
dc.subjectcooperative learningin_ID
dc.subjectkepercayaan diriin_ID
dc.subjectanak Indonesiain_ID
dc.titleAsas Gotong Royong Untuk Menumbuhkan Kepercayaan Diri Anak Indonesiain_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record