Show simple item record

dc.contributor.authorKusmiyati
dc.contributor.authorutomo, Adik dwi
dc.date.accessioned2016-02-13T03:28:36Z
dc.date.available2016-02-13T03:28:36Z
dc.date.issued2011-05-16
dc.identifier.citationGozan, M., Samsuri, M., Siti H.F., Bambang, P., Nasikin, M., 2007, Sakarifikasi dan Fermentasi Bagas Menjadi Ethanol Menggunakan Enzim selulase dan Enzim Sellobiase, Jurnal Teknologi Edisi 3, 209-215. Ismail, T., 2009, Etanol dari Molases Menggunakan Zymomonas Mobilis yang Diamobilisasi Dengan Κ -Karaginan Pada Reaktor Kontinyu, Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia – SNTKI 2009. Kardinan, A., 2010, Optimalisasi Pengolahan Sagu (Metroxylon) Menjadi Biofuel, Badan Penelitian Dan Pengembangan pertanian pusat penelitian dan pengembangan perkebunan. Kusmiyati, Arifin, A.N., 2010, Konversi Umbi Iles-Iles Menjadi Bioetanol Dengan Metode Konvensional Dan SSF (Sakarifikasi dan Fermentasi Secara Serentak), Pusat Studi Energi Alternatif, Jurusan Teknik kimia, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kusmiyati, 2010, Comparasion of iles-iles and cassava tubers as a Saccharomyces cerevisiae substrate fermentation for bioethanol production, Study Center for Alternative Energy, Department of Chemical Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Surakarta, Surakarta. Perum Perhutani., 2010, Iles-iles (Amorphophallus oncophyllus), Perum Perhutani Unit II Jawa Timur, Surabaya. Riyanti, E.I., 2009, Biomassa sebagai Bahan Baku Bioetanol, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian. Samsuri, M., Gozan, M., Mardias, R., Baiquni, M., Hermansyah, H., Wijanarko, A., Prasetya, B., Nasikin, M., 2007, Pemanfaatan Sellulosa Bagas Untuk Produksi Ethanol Melalui Sakarifikasi dan Fermentasi Serentak Dengan Enzim Xylanase. Makara, Teknologi, Vol. 11, No. 1, 17-24. Sirappa, M. P., 2003, Prospek Pengembangan Sorgum di Indonesia Sebagai Komoditas Alternatif untuk Pangan, Pakan, dan Industri, Jurnal Litbang pertanian 22 (4). Sumarwoto, 2005, Iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume); Deskripsi dan Sifat-sifat Lainnya. Biodiversitas. Vol. 6., No. 3, 185-190. Sun, Y., Cheng, J., 2001, Hydrolysis of lignocellulosic materials for ethanol production, Bioresource Technology 83, 1–11. Suresh, K., Sree, N.K., Rao, L.V., 1999, Utilization of damaged sorghum and rice grains for ethanol production by simultaneous saccharification and fermentation, Bioresource Technology, 68, 301-304. Varga, E., Re’cey K., Klinke, H. B., Thomsen A. B., 2004, High Solid Simultaneous saccharification and Fermentation of Wet Oxidized Corn Stover to Ethanol, Budapest University of Technology and Economics, Hungary., Risø National Laboratory, Denmark.in_ID
dc.identifier.isbn978-979-95620-7-4
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/6627
dc.description.abstractBergesernya negara-negara didunia menjadi negara industri mengakibatkan meningkatnya konsumsi energi. Kebutuhan energi selama ini dicukupi oleh energi yang berasal dari perut bumi baik gas, minyak ataupun batubara. Hal ini mengakibatkan cadangan energi di dalam perut bumi semakin menipis dan lama-kelamaan habis. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka penggunaan energi alternatif perlu dimaksimalkan. Proses pembuatan bioetanol dilakukan dengan metode konvensional dan SSF (Simultaneous of Saccharification and Fermentation). Metode konvensional digunakan untuk mengkonversi cairan perasan hasil hidrolisis menjadi etanol, sedangkan metode SSF diterapkan pada padatan sisa hasil perasan. Pemanfaatan ampas iles-iles ini diharapkan dapat menambah banyaknya etanol yang dihasilkan. Proses SSF ini menggunakan bantuan mikroorganisme yaitu A. niger, F. oxyparum dan S. cerevisiae. Variabel yang diteliti pada penelitian ini adalah pengaruh adanya treatment steam terhadap etanol yang dihasilkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan cairan hasil hidrolisis yang difermentasi dengan S. cerevisiae 0,8%, pH 4,5 dan suhu 30oC menghasilkan etanol dengan konsentrasi 8,12%. Untuk proses SSF dengan treatment steam pada 120oC selama 1 jam didapatkan etanol dengan konsentrasi 1,71% sedangkan untuk bahan yang tidak mendapatkan treatmen dihasilkan etanol dengan konsentrasi 1,66%. Selanjutnya dilakukan variasi penggunan S. cerevisiae dari 0,4%, 0,8%, 1,6% dan 2% untuk mengetahui kadar optimum penggunaanya. Dari hasil penelitian menunjukkan penggunaan S. cerevisiae optimum adalah 0,8% yang menghasilkan etanol dengan konsentrasi 1,95%.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartain_ID
dc.subjectbioetanolin_ID
dc.subjectiles-ilesin_ID
dc.subjectSSFin_ID
dc.subjecthidrolisis asamin_ID
dc.titlePeningkatan Konversi Umbi Iles-Iles Menjadi Bioetanol dengan Steam Pretreatment Bahan Bakuin_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record