Show simple item record

dc.contributor.authorImanah, Ulil Nurul
dc.date.accessioned2016-03-31T06:07:42Z
dc.date.available2016-03-31T06:07:42Z
dc.date.issued2016-03-12
dc.identifier.citationArikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Goleman, Daniel. (2009). Emotional Intelligence (terjemahan). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. _______________. (2003). Working with Emotional Intelligence (terjemahan). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Mahmudah, Mutik. (2009). Pengaruh Motivasi dan Kecerdasan Emosional terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Semester III Akbid Mitra Husada Karanganyar. Tesis. Surakarta: Pascasarjana Universitas Sebelas Maret. Nursalim, Mochamad, dkk. (2007). Psikologi Pendidikan. Surabaya: Unesa University Press. Purnamasari, Rita. (2009). Meningkatkan Kecerdasan Emosional Siswa melalui Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah pada Materi Pokok Segiempat di Kelas VII SMP Negeri 36 Surabaya. Skripsi. Surabaya: tidak dipublikasikan,UNESA Soejoeti, Zanzawi. (1984). Metode Statistik I. Jakarta: Universitas Terbuka. Sudjana. (1996). Metoda Statistika. Bandung: Tarsito. Wahyuningsih, Amalia Sawitri. (2004). Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Prestasi Belajar pada Siswa Kelas II SMU Lab School Jakarta Timur.Skripsi. Jakarta: Universitas Persada Indonesia.in_ID
dc.identifier.issn2502-6526
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/7008
dc.description.abstractSebagian besar masyarakat beranggapan bahwa IQ adalah kecerdasan yang dianggap paling penting karena selalu menjadi tolok ukur kecerdasan seseorang. Namun, pendapat ini semakin lama semakin pudar sejalan dengan suasana kehidupan yang semakin modern dan dengan adanya buku menggemparkan dari Daniel Goleman, yaitu Emotional Intelligence yang mendefinisikan ulang apa arti cerdas. Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain dan kemampuan untuk membina hubungan dengan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang : (1) kecerdasan emosional siswa, (2) prestasi belajar matematika siswa, dan (3) pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah metode angket dan metode tes. Berdasarkan analisis data diperoleh simpulan sebagai berikut : (1) siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosional tinggi sebanyak 12,9%, siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosional sedang sebanyak 67,74%, dan siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosional rendah sebanyak 19,36%. (2) siswa yang memiliki tingkat prestasi belajar matematika tinggi sebanyak 32,26%, siswa yang memiliki tingkat prestasi belajar matematika sedang sebanyak 29,03%, dan siswa yang memiliki tingkat prestasi belajar rendah sebanyak 38,71%. (3) kecerdasan emosional cukup berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa dengan koefisien korelasi sebesar 0,62 dan koefisien determinasi sebesar 38,44%.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartain_ID
dc.subjectkecerdasan emosionalin_ID
dc.subjectPrestasi Belajar Matematikain_ID
dc.titlePengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswain_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record