Show simple item record

dc.contributor.authorIdawati, Lusiana
dc.contributor.authorSimanjuntak, Manlian Ronald A.
dc.contributor.authorKurniawan, Paulus
dc.date.accessioned2017-01-14T03:36:57Z
dc.date.available2017-01-14T03:36:57Z
dc.date.issued2016-12-07
dc.identifier.citationBarrie, Donald S.and Paulson, Boyd C., (1995), “Manajemen Konstruksi Profesional”, ed. 2, trans. Sudinarto, Erlangga, pp. 18-24 Construction Management Association of America, (2010), “An Owner’s Guide to Construction Management”,CMAA, pp. 11-13 Ervianto, Wulfram I. , (2005), "Manajemen Proyek konstruksi", Andy Offset, pp. xx-xx Thomsett, Michael C.,(2010),“The Little Black Book of Project Management”, American Management Association (AMACOM), pp. 29-33 Tuelah,Joel D.P.,Tjakra,Jeremias,Walangitan,D.R.O., (2014), "Peranan Konsultan Manajemen Konstruksi pada Tahap Pelaksanaan Proyek Pembangunan: Studi Kasus The Lagoon Taman Sari", Jurnal Tekno Sipil, Vol. 12 (61), pp. 47-53 Wahyu, S., (Juli 2002), "Perlu Dipertanyakan Degradasi CM", Konstruksi, pp. 54-56 _____, (2007), Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45/PRT/M/2007 tentang Tatacara Pembangunan Gedung Negarain_ID
dc.identifier.issn1412-9612
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/8139
dc.description.abstractProyek konstruksi berskala besar umumnya melibatkan jasa konsultan Manajemen Konstruksi, dengan tujuan agar kinerja proyek tercapai. Lingkup kerja Konsultan MK dinyatakan dalam dokumen kontrak sebagai kesepakatan tertulis antara pemilik proyek dan Konsultan MK. Dalam observasi awal terhadap proyek konstruksi bangunan gedung bertingkat tinggi di DKI Jakarta ditengarai bahwa penggunaan jasa Konsultan MK tidak sepenuhnya menjamin tercapainya seluruh target kinerja, khususnya kinerja waktu. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah lingkup kerja pada dokumen kontrak benar-benar telah mencakup peran utuh Konsultan MK. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi lingkup kerja yang signifikan bagi kinerja waktu proyek konstruksi, khususnya pada tahap pelaksanaan,tetapi tidak dicantumkan dalam dokumen kontrak sehingga mereduksi peran Konsultan MK. Pada tahap pertama dilakukan analisis lingkup kerja melalui perbandingan antara Construction Management Association of America (CMAA)dan dokumen kontrak standarKonsultan MK serta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45/PRT/M/2007, dengan tujuan untuk menginventarisasi lingkup kerja yang tereduksi. Pada tahap kedua dilakukan penyebaran kuesioner dengan responden pakar manajemen kontruksi yangterdiri dari akademisi dan profesional yang berpengalaman dalam proyek konstruksi bangunan gedung bertingkat tinggi di DKI Jakarta, dilengkapi dengan wawancara. Setelah dilakukan analisis statistik deskriptif terhadap hasil, teridentifikasi lingkup kerja yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja waktu namun umumnya tidak tercakup dalam dokumen kontrak meliputi: layanan tambahan dengan kompensasi biaya, manajemen proyek, manajemen biaya, manajemen sistem informasi, dan manajemen waktu.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherFakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakartain_ID
dc.subjectgedung bertingkat tinggiin_ID
dc.subjectkinerja waktuin_ID
dc.subjectkonsultan manajemen konstruksiin_ID
dc.subjectlingkup kerjain_ID
dc.subjectrisiko keterlambatanin_ID
dc.titleIdentifikasi Lingkup Kerja Konsultan Manajemen Konstruksi Pada Dokumen Kontrak Untuk Mengurangi Risiko Keterlambatan pada Proyek Konstruksi Bangunan Gedung Bertingkat Tinggi di DKI Jakartain_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record