Show simple item record

dc.contributor.authorWidayatno, Tri
dc.contributor.authorGupita, Linggar T.
dc.contributor.authorImaswati, Senja
dc.contributor.authorNovitasari, Pahlawani
dc.date.accessioned2017-02-02T02:53:18Z
dc.date.available2017-02-02T02:53:18Z
dc.date.issued2016-12-07
dc.identifier.citationAhmad, M. A. (2011). Analisa Pengaruh Besar Tegangan Listrik Terhadap Ketebalan Pelapisan Chrom Pada Pelat Baja dengan Proses Elektroplating Arslan, V., Ucurum, M., Vapur, H., & Bayat, O. (2011).Recovery of Silver from Waste Radiographic Films by Chemical Leaching. Asian Journal of Chemistry, 23 (1), 67-70. Bard, A. J. and Faulkner, L. R., (2001) Electrochemical Methods: Fundamentals and Applications, 2nd edition, 22 – 43, John Wiley and Sons, Inc. Basmal.(2012). Pengaruh Suhu Larutan Elektrolit dan Waktu Pelapisan Tembaga pada Plat Baja Lunak terhadap Nilai Ketebalan.Politeknosains , 11 (1), 87-98. Basuki, K. T., W, M. A., & Sudibyo.(2009). Pengaruh pH dan Tegangan pada Pembuatan Serbuk Itrium dari Konsentrat Itrium Hasil Proses Pasir Senotim dengan Elektrolisis. Seminar Nasional V , 543-547. Buyang, Y., & Asmaningrum, H. P. (2015).Pengaruh Voltase dan Waktu Terhadap Pengendapan Logam Mangan dan Seng pada Lempeng Tembaga Menggunakan Metode Electroplating. Magistra, 2 (2), 226-236. Chem, T. J. (2003). A Novel Silver Recovery Method from Waste Photographic Films with NaOH Stripping G ¨, 27, 127–133. Darmono, 2001.Lingkungan Hidup dan Pencemaran (Hubungan dengan Toksikologi Senyawa Logam). Jakarta: Universitas Indonesia Press. Kuswati, H., Handoyo, D., & Kohar, I. (2003).Perolehan Kembali Logam Perak dari Limbah Cair Pencucian Film Studio Dibanding Film X-ray dengan Menggunakan Metode Sn Flake. Unitas, 11 (2), 46-56. Madhavan, A., S, S., & Balasubramani, S. (2015).Radiographic Waste Management. World Journal of Pharmaceutical Research, 4 (9), 2050-2058. Marwati, S., Padmaningrum, R. T., & Marfuatun. (2009). Pemanfaatan Ion Logam Berat Tembaga (II), Timbal (II), dan Seng (II) dalam Limbah Cair Industri Electroplating untuk Pelapisan Logam Besi. Jurnal Penelitian Saintek, 14 (1), 17-40. Masebinu, S. O., & Muzenda, E. (2014).Review of Silver Recovery Techniques from Radiographic Effluent and Xray Film Waste. Proceedings of the World Congress on Engineering and Computer Science , 2, 22-24. Modi, A., Shukla, K., Pandya, J., & Parmar, K. (2012). Extraction of Silver From Photographic Waste, 2(11), 599– 606. Parpalliwar, J. P., Patil, P. S., Patil, I. D., & Deshannavar, U. B. (2015).Extraction of Silver from Wste X-ray Films Using Protease Enzyme. International Journal of Advanced Biotechnology and Research , 6(2) : 220-226. Paunovic, M. and Schlesinger, M., (1998) Fundamentals of Electrochemical Fabrication, John Wiley & Sons, Inc. New York. Pourbaix, M., (1974), Atlas of Electrochemical Equilibria in Aqueous Solution, 2nd English Edition, Houston Tech. National Association of Corrosion Engineering, p. 331-341. Prayitno,& Sukosrono. (2006). Sistem Reduktor Elektromagnetik untuk Penurunan Kadar Ag dalam Limbah Cair. Prosiding PPI-PDIPTN , 95-102. Ramirez, P. A., Reyes, V. E., & Veloz, M. A. (2011).Silver Recovery from Radiographic Films Using an Electrochemical Reactor. Int.J. Electrochem, 6, 6151-6164. Said, N. I. (2010).Metoda Penghilangan Logam Berat (As, Cd, Cr, Ag, Cu, Pb, Ni, dan Zn) di dalam Air Limbah Industri. 6(2): 136-148. Songkroah, C., Nakbanpote, C., & Thiravetyan, P. (2003).Recovery of Silver-Thiosulphate Complexes with Chittin. Process Biochemistry Journal, 39, 1553-1559. Sufian dan Sarto, 2009, Pengolahan limbah cair rontgen dengan metodeelektrodeposisi, Tesis S2MagisterSistem Teknik UGM, Yogyakarta Topayung, D. (2011). Pengaruh Arus Listrik dan Waktu Proses Terhadap Ketebalan dan Massa Lapisan yang Terbentuk pada Proses Electroplating Pelat Baja. Jurnal Ilmiah Sains, 11 (1), 97-101. Widayatno, T., Hamid, Swasemba, I. A., dan Ghufran, M. K., (2015).Karakterisasi Elektrokimia Larutan Elektrolit Rendah Sianida Untuk Elektroplating Perak Dekoratif Ramah Lingkungan Ramah Lingkungan, Prosiding Simposium Nasional RAPI XIV 2015 (c), 207–212.in_ID
dc.identifier.issn1412-9612
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/8179
dc.description.abstractPembuatan negatif film Rontgen di laboratorium instalasi Rontgen adalah Salah satu kegiatan rumah sakit yang menghasilkan limbah cair. Limbah ini mengandung berbagai senyawa kimia dengan kandungan utama adalah logam Ag (dalam bentuk kation Ag + ) yang dikategorikan sebagai limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Metode pengolahan yang efektif dan efisien diperlukan untuk mengolah limbah tersebut sehingga dapat mengurangi dan mencegah pencemaran lingkungan yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Metode elektrokimia dipilih dan digunakan untuk pengolahan limbah cair tersebut karena memiliki banyak keunggulan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi operasi elektroplating limbah foto rontgen (densitas arus dan potensial/voltase) dengan menggunakan eksperimen polarisasi. Kurva Polarisasi yang didapatkan dari percobaan menunjukkan bahwa potensial/voltase untuk elektrodeposisi perak dari limbah cair foto rontgen berada pada interval -1,8 – 2,5 V. Densitas arus elektroplating perak dari limbah untuk elektroda grafit-tembaga berada pada kisaran -5 sampai -22 mA/cm 2 , sedangkan untuk elektroda grafit-grafit pada interval -3 mA/cm 2 sampai dengan -8 mA/cm 2 . Penggunaan elektroda grafit – tembaga menghasilkan densitas arus yang lebih besar dibanding elektroda grafit-grafit. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan elektroda grafit-tembaga lebih efektif dibanding elektroda grafit-grafit.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherFakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakartain_ID
dc.subjectLimbah Rontgenin_ID
dc.subjectrecovery perakin_ID
dc.subjectelektroplatingin_ID
dc.subjectelektrodeposisiin_ID
dc.titleRecovery Logam Perak dari Limbah Cair Bekas Pencucian Foto Rontgen: Karakterisasi Elektrokimiain_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record