Show simple item record

dc.contributor.authorSusanti, Pranatasari Dyah
dc.contributor.authorMiardini, Arina
dc.date.accessioned2017-03-18T01:36:33Z
dc.date.available2017-03-18T01:36:33Z
dc.date.issued2016-06-04
dc.identifier.citationAnonimous, 2012. Waspada Masyarakat pada Bencana Angin Puting Beliung dan Banjir (Fokus Berita) Majalah GEMA BNPB Vol 3 No 3 Tahun 2012 ISSN 2088-6527. Arifin.S., Carolila.I. dan Winarso. C. 2006. Implementasi Penginderaan Jauh dan SIG Untuk Inventarisasi Daerah Rawan Bencana Longsor (Propinsi Lampung). Jurnal Penginderaan Jauh Vol 3 (1) Juni 2006:77-86. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 2014. Info Bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Edisi Desember 2014. Hardiyatmo. H. C. 2006. Penanganan Tanah Longsor dan Erosi.Gadjah Mada University Press.450 hal. Kumajas. M. 2006. Inventarisasi Dan Pemetaan Rawan Longsor Kota Manado – Sulawesi Utara.Forum Geografi, Vol. 20 (2), Desember 2006: 190 – 197. Mayangsari. H. 2012. Simulasi Longsor Yang Dipengaruhi Curah Hujan Menggunakan Model Trigrs (Studi Kasus Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi).Program Studi Meteorologi Institut Teknologi Bandung. Bandung. Munawaroh. S. 2008. Perilaku Masyarakat Daerah Rawan Bencana. Jantra Vol 3 (2): 352-359. Naryanto. H. S. 2011.Analisis Kondisi Bawah PermukaanDan Risiko Bencana Tanah Longsor UntukArahan Penataan Kawasan Di Desa TengklikKecamatan Tawangmangu KabupatenKaranganyar Jawa Tengah. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol. 13, No. 2, Agustus 2011: 74-81. Nugroho.S.P. 2016.Evaluasi Penanggulangan Bencana 2015 dan Prediksi Bencana 2016.Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Jakarta. Nursa’ban. M.2010. Identifikasi Kerentanan Dan Sebaran Longsor Lahan Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Di Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo. Jurnal Pendidikan Geografi. Vol. 10 (2): 1-12. Paimin, Sukresno dan IB. Pramono. 2009. Teknik Mitigasi Banjir dan TanahLongsor. Tropenboos International Indonesia Programme. Balikpapan. Kuswaji Dwi Priyono, Yuli Priyana, dan Priyono. 2006. Analisis Tingkat Bahaya Longsor TanahDi Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara. Forum Geografi, Vol. 20, No. 2, Desember 2006: 175 – 189. Priyono. K. D dan Priyono. 2008. Analisis Morfometri Dan Morfostruktur Lereng Kejadian Longsor Di Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara. Forum Geografi, Vol. 22, No. 1, Juli 2008: 72 – 84. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.2015. Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah/Tanah Longsor dan Banjir Bandang di Seluruh Indonesia. Kementrerian ESDM. Bandung. Republik Indonesia. 2007. Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. 26 April 2007. Jakarta. Rudiyanto.2010. Analisis Potensi Bahaya Tanah Longsor Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Setyowati. D. L. 2007. Kajian Evaluasi Kesesuaian Lahan Permukiman DenganTeknik Sistem Informasi Geografis (SIG). Jurnal Geografi. Volume 4 No. 1 Januari 2007: 44-54. Surmaini. E., Runtunuwu. E. dan Las. I. 2011. Upaya Sektor Pertanian dalam Menghadapi Perubahan Iklim. Jurnal Litbang Pertanian No. 3 (1): 1-7. Soenarmo. S. H., Sadisun. A.I. A. dan Saptohartono. E. 2008. Kajian Awal Pengaruh Intensitas Curah HujanTerhadap Pendugaan Potensi Tanah Longsor BerbasisSpasial di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Jurnal Geoaplika Vol 3 (3): 133-141. Taufiq.H.P dan Suharyadi. 2008. Landslide Risk Spatial. Modelling Using Geographical Information System.Tutorial Landslide. Laboratorium SIG. Fakultas Geografi. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Widagdo. A., Jati. I.P., Waluyo. G., Purwasatriya. E.B. dan Suwardi.2014. Struktur Geologi Daerah Longsor di Gunung Pawinihan,Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Dinamika Rekayasa Vol. 10 (2) Agustus 2014: 41-44.in_ID
dc.identifier.isbn978-602-361-044-0
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/8228
dc.description.abstractTanah longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia.Tekanan terhadap lahan yang tidak mengindahkan kaidah kelestarian dan konservasi sumber daya alam dapat memicu terjadinya bencana tanah longsor.Teknik mitigasi yang tepat sangat diperlukan agar dampak bencana tersebut dapat berkurang. Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS) Merawu merupakan salah satu Sub DAS yang terletak di Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah, yang sering terjadi longsor. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kerawanan tanah longsor di Sub DAS Merawu. Metode yang digunakan adalah survey dan diskriptif kuantitatif dengan 4 parameter, yaitu: penggunaan lahan, kondisi geologi, hujan dan kelerengan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah overlay dari parameter yang telah ditentukan serta pembobotan berdasarkan faktor yang paling berpengaruh terhadap longsor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah di Sub DAS Merawu yang masuk dalam kelas tidak rawan seluas 761,341 ha (2,509%), agak rawan seluas 3472,700 ha (11,443%), rawan seluas 15419,117 ha (50,809%) dan sangat rawan seluas 10694,337 ha (35,240%).Kondisi geografis di wilayah Sub DAS Merawu yang memiliki tingkat kerawanan longsor tersebut, memerlukan teknik mitigasi yang tepat.Teknik mitigasi yang dapat disarankan pada Sub DAS ini meliputi aspek teknis (bangunan fisik, konservasi tanah dan air) serta aspek manajemen (regulasi, kerjasama antar stakeholders, dan kelembagaan).Diharapkan dengan teknik mitigasi yang tepat, dampak bencana tanah longsor ini dapat berkurang.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherMuhammadiyah University Pressin_ID
dc.subjectSub DAS Merawuin_ID
dc.subjectmitigasiin_ID
dc.subjecttanah longsorin_ID
dc.titleAnalisis Tingkat Kerawanan dan Teknik Mitigasi Longsor di Sub DAS Merawuin_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record