Show simple item record

dc.contributor.authorDonie, Syahrul
dc.date.accessioned2017-08-08T02:01:39Z
dc.date.available2017-08-08T02:01:39Z
dc.date.issued2017-05-22
dc.identifier.citationDonie, Syahrul, (1996). Persepsi dan faktor yang mempengaruhi partisipasi petani dalam kegiatan konservasi tanah dan air. Buletin Pengelolaan DAS No III, 1, 1996. ISSN 1410-1106. Ekawati, Sulistya, Purwanto, Syahrul Donie dan C. Nugroho SP., (2002). Faktorfaktor yang mempengaruhi kelestarian adopsi teknk konservasi tanah. Buletin Teknologi Pengelolaan DAS No VIII, 3, 2002. Farida, (1996). Analisis partisipasi wanita dalam konservasi tanah pada desa adaptif dan kurang adaptif di Sub DAS Solo Hulu. Buletin Pengelolaan DAS No III, 2, 1996. ISSN 1410-1106. Harun, MK., 2013. Membangun partisipasi masyarakat dalam rehablitasi hutan dan lahan. Balai penelitian dan pengembangan lingkungan hidup dan kehutanan, banjar baru. Foreibanjarbaru.dephut.go.id Jeujanan, dkk.,2015. Jeujanan, Samuel., Prabang Setyono, Sri Budi Astuti, 2015. Kajian Perilaku Masyarakat dalam Pemanfaatan Sumberdaya Alam pada SubDAS Keerom Distrik Senggi Kabupaten Keerom Provinsi Papua. Jurnal Ekosains Vol 7 No 3 Tahun 2015. Pascasarjana. Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2015. Muspida (2008). Kearifan Lokal dalam pengelolaan hutan Kemiri rakyat di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Jurnal Hutan dan Masyarakat Vol III No 2 Agustus 2008. Okunade, E.D., (2006). Factor influencing adoption of improved farm practices among women farmers in Osun State. Journal of Human Ecology, Vo. 19 No 1-4, January-April 2006. Kamla-Raj Enterprises, Delhi, India. Paranaon, D., dkk., (2012). Pelaksanaan Program GN-RHL, Kasus BPDAS Saddang Kabupaten Tana Toraja. Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Makassar. Laporan Penelitian. http//www.pascaunhas.ac.id//jurnal/.. Salampessy, ML., Bramasto Nugroho dan Herry Purnomo, (2010). Partisipasi kelompok masyarakat dalam pengelolaan kawasan hutan lindung, kasus di Hutan Lindung Gunung Nona, Kota Ambon, Propinsi Maluku. Perennial 6 No 2 Tahun 2010, 99-107. Sardi, 2008. Kajian Penanganan Sedimentasi dengan Waduk Penampung Sedimen pada Bendungan Serbaguna Gajahmungkur. Universitas Gadjahmada, 2008. Thesis. Supangat, A.,dkk., 2015. Pengelolaan DAS Mikro Naruan, SubDAS Kaduang, DAS Bengawan Solo. Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan DAS Surakarta. Laporan Tahunan, 2015. Tariyati, dkk., 2011. Pemahaman Masyarakat Terhadap Daerah Rawan Ekologis di Kabupaten Sragen dan Bojonegoro. Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Yogyakarta. Thesiwati (2013) Thesiwati, AS., 2011. Analisis Perilaku Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan di sepanjang DAS Batang Kuranji. Jurnal Pelangi Vol 3 No 2 Tahun 2011. STKIP PGRI, Sumbar. Wahyuningrum, N. dan Agung Supangat, (2016). Analisis Spasial Kemampuan Lahan dalam Perencanaan DAS Mikro. Majalah Ilmiah Globe Vol 18 No 1 2016 Wibowo, (1997). Introduction of policy for forest squatters. Directorate General of Transmigration Community Development, Ministry of transmigtration and Forest Resettlement. Paper prsented at the second tropical forest conservation measures seminar, Tokyo, 1997.in_ID
dc.identifier.isbn978-602-361-072-3
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/9200
dc.description.abstractPertumbuhan penduduk yang pesat telah mendorong masyarakat memanfaatkan lahan di wilayah hulu DAS untuk tanaman semusim yang seharusnya sudah dijadikan kawasan lindung. Teknologi rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) yang berbasis pohon, salah satu solusi yang ditawarkan. Namun solusi ini masih sulit dilaksanakan oleh sebagian masyarakat sehingga lahan kembali seperti semula. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sejauhmana hubungan pemilihan pola pemanfaatan lahan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan mencari alternative pola pemanfaatan lahan yang sesuai. Penelitian dilakukan dari tahun 2015 sampai tahun 2016 dan dirancang sebagai penelitian aksi. Responden sebanyak 90 orang dipilih purposive dari peserta proyek rehabilitasi SubDAS Naruan seluas 957,12 ha, yang meliputi tiga desa, yaitu Desa Bubakan, Desa Wonokeling dan Desa Wonoharjo. Data terkait dengan polapola pemanfaatan lahan tegalan dan kondisi sosial ekonomi petani. Pengolahan data dilakukan dengan tabulasi frekwensi dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola pemanfaatan lahan oleh petani, pertama pola tanaman semusim yang dicampur dengan tanaman keras dan rumput; kedua pola tanaman keras dicampur dengan semusim; dan ketiga pola tanaman semusim tanpa tanaman keras. Pemilihan pola tersebut sangat terkait dengan pekerjaan pokok masyarakat (koefisien korelasi -0,41), kebiasaan merantau (-0,378), status kepemilikan lahan (0,345), serta jumlah tanggungan keluarga (- 0,221). Semakin pekerjaan utamanya petani maka responden semakin memilih pola tanaman semusim dan menolak pola full tanaman keras. Sebagai alternative pola pemanfaatan lahan di hulu DAS dapat ditempuh dengan pola selang-seling antara tanaman keras (kayu-kayuan) dengan tanaman semusim, yang disebut dengan “surjan”.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherMuhammadiyah University Pressin_ID
dc.subjectPola pemanfaatan lahanin_ID
dc.subjectsosial ekonomiin_ID
dc.subjectwilayah hulu DAS Keduangin_ID
dc.subjectKabupaten Wonogiriin_ID
dc.titleHubungan Pemilihan Pola Pemanfaatan Lahan dengan Sosial Ekonomi Masyarakat di Wilayah Hulu DAS: Kasus di Sub DAS Naruan, Kabupaten Wonogiriin_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record