Show simple item record

dc.contributor.authorKusumaningtyas, Dian Artha
dc.contributor.authorFitri, Fajar
dc.contributor.authorSuwondo, Nanang
dc.date.accessioned2018-02-03T04:48:18Z
dc.date.available2018-02-03T04:48:18Z
dc.date.issued2017-08
dc.identifier.citationDepdiknas, 2006. Model Pembelajaran Terpadu IPA SMP/MTs. SMP LB. Pusat Kurikulum Balitbang Diknas. Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta Firman, H. 2000. Penilaian Hasil Belajar dalam Pengajaran Kimia. Bandung: Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI MilyaSari. 2012. Hakekat Pendidikan sains/IPA. https://kajianipa.wordpress.com /2012/03/28/hakekat-pendidikan-sians/. Diakses tanggal 23 Februari 2017. Permendiknas No 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, untuk IPA SD/MI dan SMP/MTs. Rustaman, N.Y., dkk. 2003. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Bandung: Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPIin_ID
dc.identifier.isbn978-602-361-102-7
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/9581
dc.description.abstractKeterampilan proses dalam pembelajaran harus ditumbuhkan dalam diri siswa sesuai dengan taraf perkembangan pemikirannya. Keterampilan ini akan menjadi roda penggerak penemuan dan pengembangan fakta dan konsep sikap, wawasan, dan nilai siswa. Namun, pada saat ini masih banyak guru IPA SMP Muhammadiyah terutama di lingkungan kabupaten Bantul belum melaksanakan pembelajaran keterampilan proses dan belum mengembangankan instrumen evaluasinya. Dengan demikian perlu dilakukan pelatihan pengembangan instrument evaluasi pembelajaran IPA berbasis keterampilan proses. Pelatihan berhasil dilaksanakan pada tanggal 17-18 Mei 2017 di gedung PDM Bantul dengan jumlah peserta 12 guru IPA SMP Muhammadiyah. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari dengan materi: Pembelajaran IPA Berbasis Keterempilan Proses Menggunakan Arduino sebagai Media Pembelajaran dan Pengembangan Instrumen Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Keterampilan Proses. Berdasarkan pelatihan ini, maka guru-guru memahami bagaimana pembelajaran keterampilan proses dalam IPA dan memahami bagaimana mengembangkan instrumen evaluasinya. Berdasarkan hal ini maka diperoleh simpulan bahwa berdasarakan pelatihan yang telah diselenggarakan, maka sebagian besar guru IPA SMP Muhammadiyah di kabupaten Bantul memahami tentang instrumen evaluasi pembelajaran berbasis keterampilan proses dan mampu mengembangkannya.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherProsiding Seminar Nasional Pendidikan Berkemajuan dan Menggembirakan (The Progressive & Fun Education Seminar) ke -2in_ID
dc.titlePelatihan Pengembangan Instrumen Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Keterampilan Proses di PDM Bantul Yogyakartain_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record