dc.identifier.citation | Armstrong, B.S., Dale M.A., Franzblau, A., Evanoff, B.A., 2008, Risk Faktor for carpal Tunnel Syndrome and Median Neuropathy in a Working Population, Journal of Occupation and Environmental Medicine, : 1355-1364. Fitrihana, Noor, 2007, Memperbaiki Kondisi Kerja di Industri Garmen, http://batikyogya.wordpress.com/2007/08/16/ , diakses 5 Juni 2012. Harahap, Rudiansyah., 2003, Carpal Tunnel Syndrom, Cermin Dunia Kedokteran. No. 141. Harsono, WR., (1995) : Carpal Tunnel Syndrome at Worker Who Were Exposed by Repeated Biomechanical Pressure at Hand and Wrist in Tire Industry RSIN Compan, Thesis, Universitas Indonesia, Jakarta. Lemeshow, S . & David W.H.Jr., 1997, Besar Sampel dalam Penelitian Kesehatan, Gajahmada University Press, Yogyakarta. Lie, T., Merijanti, S., 2009, Body Mass Index as Predictor of Carpal Tunnel Syndrome Among Garment Workers, Jurnal Kedokteran, Universitas Trisakti, Jakarta, 18 (3). Mahoney J., 1995, Cumulative Trauma Disorder and Carpal Tunnel Syndrome: Sorting out the Confusion. Can J Plast Surg, 3(4), 185-189. Silverstein, B.A., Fins, L.J., 1987, Occupational Factors and CTS. Americam Journal of Industrial Medicine, 11; 43-58. Tana, Lusianawaty., 2003, Sindrom Terowongan Karpal pada Pekerja: Pencegahan dan Pengobatannya, Jurnal Kedokteran Trisakti Vol.22, No. 3(22): 99 – 104. Tana, Lusianawaty., Halim, FX.S., Delima, Ryadina, W., 2004, Carpal Tunnel Syndrom pada Pekerja Garmen di Jakarta, Buletin Penelitian Kesehatan, Vol. 32, No. 2, 73 -82. Tarwaka, Solichul HA. Bakri, Sudiajeng, Lilik., 2004, Ergonomi untuk Kesehatan dan Keselamtan Kerja dan Produktivitas, UNIBA Press, Surakarta. | in_ID |
dc.description.abstract | Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah kumpulan gejala dan tanda akibat penekanan nervus
medianus yang ada dipergelangan tangan yang dapat menyebabkan kesemutan, nyeri, mati
rasa dan kelemahan pada distribusi nervus medianus pada tangan. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui gambaran CTS serta hubungan antara faktor individu dengan
terjadinya CTS pada pekerja konveksi di Sentra Kaos Suci Kota Bandung. Untuk tujuan
tersebut dilakukan penelitian dengan menggunakan metode kuisioner untuk mengetahui faktor
individu yaitu jenis kelamin, umur, masa kerja dan index massa tubuh serta pemeriksaan fisik
berupa tes Phalen dan tes Tinnel untuk mengetahui apakah ada keluhan CTS atau tidak.
Penelitian dilakukan terhadap 40 pekerja konveksi. Dari penelitian ini diketahui 37,5%
pekerja mengalami CTS. Dengan derajat kemaknaan 10%, terdapat hubungan yang bermakna
antara jenis kelamin dengan CTS P < 0,1 (Sig.0,094), dengan nilai estimasi risiko (OR)
diperoleh exp (B) = 3,500 (1,005 – 12,188), artinya pekerja dengan jenis kelamin perempuan
memiliki risiko 3,5 kali untuk mengalami CTS dibandingkan pekerja laki-laki. | in_ID |