Show simple item record

dc.contributor.authorDharmawan, Vippy
dc.contributor.authorRachmaniyah, Nanik
dc.date.accessioned2017-01-14T06:34:16Z
dc.date.available2017-01-14T06:34:16Z
dc.date.issued2016-12-07
dc.identifier.citationAlfata, M.N., 2011, Studi Kenyamanan Thermal Adaptif Rumah Tinggal di Kota Malang Studi Kasus: Perumahan Sawojajar 1 Kota Malang, Jurnal Pemukiman, Vol. 6 No 1 April 2011:9-17. Ching, Franchis D.K. (1984), Arsitektur, Bentuk- Ruang dan Susunannya, Alih Bahasa oleh : Ir. Paulus Hanoto Adjie, Airlangga, hlm. 204-214 Frick, Heinz/Tri Hesti Mulyani dkk. (2006), Arsitektur Ekologis, Kanisius, hlm. 1-3 Karyono, Tri Harso (2010), Green Architecture : Pengantar Pemahaman Arsitektur Hijau di Indonesia, Rajawali Press, hlm. 93-97 Mangunwijaya, Dipl.Ing. Y.B. (1980), Pasal-Pasal Penghantar Fisika Bangunan, PT. Gramedia Jakarta, hlm. 26-46 Mangunwijaya, Dipl.Ing. Y.B. (1988), Wastu citra: pengantar ke ilmu budaya bentuk arsitektur, sendi-sendi filsafatnya, beserta contoh-contoh praktis, PT. Gramedia Pustaka Utama, hlm 9-10 Prijotomo, Josef (2008), Pasang Surut Arsitektur Indonesia, Wastu Lanas Grafika, hlm. 5-8 Waterson, Roxana (1990), The Living House : An Anthropology of Architecture in South-East Asia, Oxford University Press, p.115-137in_ID
dc.identifier.issn1412-9612
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/8140
dc.description.abstractPersoalan kelembaban, suhu, dan intensitas matahari yang tinggi menjadi salah satu masalah utama bagi rancangan arsitektur di Indonesia secara umum. Hal ini karena posisi geografis Indonesia yang terletak di sekitar garis katulistiwa dan berada di antara dua benua menyebabkan wilayah ini memperoleh sinar matahari sepanjang tahun, serta suhu dan kelembaban udaranya relatif tinggi. Rumah-rumah tradisional di Indonesia telah sejak lama beradaptasi terhadap kondisi tersebut. Penggunaan bahan kayu dan bambu misalnya, menimbulkan efek dingin pada bangunan. Namun bagaimana cara rumah-rumah hunian modern masa kini yang dibangun dengan sistem konstruksi modern mengatasi masalah tersebut masih terus menjadi bahan penelitian. Tulisan ini memaparkan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana sebuah rumah modern yang dibangun dengan konstruksi batu bata dan beton beradaptasi terhadap iklim di Indonesia. Penelitian diselenggarakan dengan menggunakan metode deskriptif evaluatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan terhadap elemen-elemen pembentuk arsitektur dan wawancara terhadap penghuni rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setidaknya terdapat tiga cara yang dilakukan oleh perancang dalam mengupayakan agar bangunan ini dapat beradaptasi terhadap iklim setempat. Yang pertama adalah dengan cara olahan tata ruang. Yang kedua dengan cara penataan sistem sirkulasi udara, dan yang ketiga adalah dengan memasang dinding penahan panas di bagian depan bangunan. Secara umum terlihat bahwa upaya adaptasi bangunan terhadap kondisi iklim membawa dampak yang memuaskan. Dapat disimpulkan bahwa bangunan hunian dengan konstruksi dan bahan bangunan modern atau masa kini dapat beradaptasi dengan baik terhadap iklim tropis lembab.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherFakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakartain_ID
dc.subjectadaptasi iklimin_ID
dc.subjectrumah tinggalin_ID
dc.subjectmatahariin_ID
dc.titleAdaptasi Iklim pada Hunian Rumah Tinggal yang Menghadap Matahariin_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record